Dark/Light Mode

Biar Ekonomi Cepat Pulih

Menko Airlangga Dorong UMKM Manfaatkan KUR

Minggu, 24 Januari 2021 18:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai elemen penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya, semakin banyak UMKM yang bisa mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemulihan perekonomian nasional akan semakin cepat.

“Oleh sebab itu, pemerintah mendorong UMKM agar memanfaatkan program KUR yang kembali diterbitkan tahun ini,” ungkap Airlangga dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Moeldoko Bela Airlangga

Ia optimistis pemulihan ekonomi nasional akan terus berjalan positif. Hal itu sudah terlihat dari naiknya indeks kepercayaan konsumen yang telah menyentuh angka 96,5 persen dari target 100 persen.

Menurutnya, kondisi ini akan semakin membaik jika perekonomian di masyarakat terus bergeliat dan UMKM berkontribusi pada pergerakan perekonomian.

Berita Terkait : Menko Airlangga Paparkan 3 Faktor Kunci Akselerasi Ekonomi RI 2021

Airlangga mengatakan, pemerintah meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 253 triliun pada tahun ini. Jumlah ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 220 triliun. Selain itu, pemerintah tetap memberikan subsidi bunga sebesar Rp 7,6 triliun.   

Sehingga, para pelaku UMKM hanya perlu mengangsur bunga kredit sebesar tiga persen selama enam bulan.

Berita Terkait : Top, Airlangga Bersedia Donor Plasma Konvalesen

“Bahkan bagi yang terkena dampak yang ingin memulai usaha, disiapkan fasilitas bunga nol persen dengan maksimal pinjaman Rp 10 juta rupiah,” tutur Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga 21 Desember 2020, penyaluran KUR tercatat sebayak Rp 188,11 triliun atau sekitar 99 persen dari target yang ditetapkan sebanyak Rp 190 triliun. KUR telah disalurkan pada sekitar 5,81 juta debitur dengan outsanding  sebesar Rp 226,5 triliun dan Non Performing Loan (NPL) relatif rendah di posisi 0,63 persen. [NOV]