Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jelang Perubahan Badan Hukum,

Perindo Patok Penjualan Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini

Senin, 22 Februari 2021 20:28 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menargetkan penjualan tahun ini bisa naik dua kali lipat dibanding tahun lalu, yakni mencapai Rp 849 juta.
Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan, penjualan sepanjang tahun lalu hanya sebesar Rp 447.985.361. Angka tersebut, turun 9 persen dibanding 2019.

"Ini (penjualan 2020) pun sudah ditopang melalui berbagai lini bisnis," ujar Raenhat, di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, dari sisi produksi, terdapat lini bisnis yang meningkat dari segi kuantitas dibanding 2019. Misalnya, cold storage, jasa penyediaan air, BBM (Bahan Bakar Minyak), perdagangan, penangkapan ikan budidaya, pabrik pakan dan pasar ikan modern. Sehingga, dua lini bisnis pabrik pakan dan pasar ikan telah berkontribusi sepanjang 2020. Di mana selama ini belum berkontribusi penuh pada 2019 karena baru beroperasi.

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Tangkap Fredy Kusnadi

Namun, imbuh Raenhat, ada juga lini bisnis yang menurun kinerjanya. Seperti tambat labuh (tempat bersandar kapal). Sebab, masih dalam proses pengkajian oleh lembaga independen untuk pengelolaannya, yaitu antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai regulator dan perseroan sebagai operator.

“Makanya, tahun ini saatnya kami berbenah dan mulai menggenjot penjualan yang kami targetkan dua kali lipat dari 2020, atau mencapai Rp 849.325.022," terangnya.

Menurutnya, optimisme untuk meningkatkan target penjualan tersebut karena akan adanya perubahan pada status badan hukum perusahaan menjadi persero. Dan bergabung dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus. Karenanya, meski pandemi Covid-19 ini diprediksi masih terus berlanjut, pihaknya akan tetap berupaya memaksimalkan kinerja tahun ini.

Berita Terkait : Polisi Tangkap Lima Tersangka

“Faktor pemberat mungkin di perdagangan ekspor di tengah pandemi ini,” akunya.

Meski demikian, pihaknya tengah menyiapkan berbagai strategi guna mencapai target tersebut. Salah satunya, kata dia, meningkatkan volume produksi ikan dengan serapan menjadi 12.917 ton dari 5.143 ton di 2020. Target tersebut terhitung naik 151,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Untuk mencapai hal itu, Perum Perindo akan memperluas lahan atau jumlah kemitraan. Serta peningkatan kuantitas dan kualitas budidaya dari 551 mitra pada 2020 menjadi 1.750 mitra tahun ini. Artinya, juga ada peningkatan target jumlah kemitraan budidaya sebesar 217,6 persen (year on year/yoy).

“Kami juga meningkatkan jaringan nelayan melalui kolaborasi dengan nelayan atau koperasi nelayan,” ungkapnya.

Berita Terkait : Gelandang Muda Persija Adrianus Dwiki Poernomo Siap Jalani Kompetisi Liga 1 2021

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sertifikasi On-Farm, Off-Farm, dan produk sesuai target pasar ekspor. Hal ini agar produk ikan Perindo berdaya saing tinggi dan berkontribusi dalam devisa negara

Saat ini, pihaknya mengelola enam pelabuhan perikanan dan akan menambah empat pelabuhan lagi hingga 2024. Ia berharap, hal ini dapat memperluas area penangkapan ikan.        Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan strategi baru lainnya yaitu mengembangkan produk hilir baru yang inovatif (lifestyle).

"Misalnya, kami bangun restoran seafood yang diminati wisatawan mancanegara, seperti Keramba Jaring Apung di Bali," tandasnya. [IMA]