Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Digunakan Di Bandara Pada 1 April, Semoga Tes GeNose Bisa Dongkrak Penumpang

Rabu, 24 Februari 2021 12:11 WIB
Ilustrasi alat pendeteksi virus Corona, GeNose. (Foto : Istimewa)
Ilustrasi alat pendeteksi virus Corona, GeNose. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Alat pendeteksi virus Corona dengan hembusan nafas, GeNose bakal segera digunakan di bandara dan pelabuhan pada 1 April. Saat ini Kementerian Perhubungan lagi menyiapkan perubahan regulasi untuk mengatur penggunaan alat pendeteksi Covid-19 dari UGM ini.

Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo menilai, penggunaan GeNose di bandara punya kelebihan dan kekurangan. Gatot menuturkan, dibanding alat screening lain, GeNose lebih murah dan cepat. Namun, kekurangannya memang belum seakurat antigen dan PCR.

"Tapi kalau di penerbangan kan seharusnya di pesawat sudah ada sirkulasi udara yang bagus semacam high efficiency particulate air (HEPA)," katanya kepada RM.id, Rabu (24/2).

Baca juga : Dari Bandara Ahmad Yani, BKS Tinjau Banjir Di Stasiun Tawang

Ia melihat seharusnya GeNose bisa digunakan di pesawat dan bisa mempermudah penumpang serta membuat biaya jadi lebih murah. Jadi, kata Gatot, GeNose sangat mungkin mendongkrak jumlah penumpang.

"Yang perlu dilakukan adalah sosialisasi terkait efektifitas GeNose, sehingga penumpang percaya kalau alat ini ampuh mencegah penularan Covid-19," jelasnya.

Tak hanya itu, Gatot menyarankan belajar dari pemakaian GeNose di stasiun, banyak petugas operatornya sering datang telat, jadi mepet waktunya dengan check-in.

Baca juga : Coca-Cola Beri Bantuan Sembako Dan Alkes Untuk Ribuan Pemulung

"Mungkin untuk di bandara, pengelolanya bisa kerja sama dengan bandara (petugasnya dari bandara), jadi bisa standby 24 jam. Karena penerbangan kan 24 jam, terutama di bandara besar seperti Soekarno Hatta," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemanfaatan GeNose di moda angkutan udara menunggu alat tersebut selesai diperluas di transportasi perkeretaapian. GeNose ditargetkan segera menjangkau 44 stasiun pada Maret mendatang.

"Tentang transportasi udara kami konsultasikan dengan Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) dan Pak Muhadjir (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy). Kami juga rapat dengan UGM untuk dilakukan pada 1 April," ujarnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.