Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Industri E-Commerce Lagi Naik Daun
Bos Garuda Pede Omzet Kargo Melejit Tahun Ini...
Jumat, 5 Maret 2021 05:55 WIB
Sebelumnya
“Per November 2020, angkutan kargo kami mencapai 25 ribu ton. Sekarang sedang didiskusikan untuk mencari rute khusus kargo. Kami juga sudah konversi dua pesawat penumpang jadi pesawat kargo,” sambungnya.
Ia menambahkan, strategi lainnya yakni pengurangan frekuensi penerbangan seperti Jakarta-Amsterdam yang semula seminggu enam kali, kini semenjak pandemi hanya satu kali.
Baca juga : Industri Otomotif Dipatok Naik 6 Persen, Begini Caranya
Ia berharap, meski sepanjang tahun lalu pendapatan penumpang anjlok hingga 90 persennya, tahun ini bisa positif.
“Sebenarnya, perusahaan ini bisa untung Rp 2 sampai 3 triliun dalam kondisi normal. Kalau semua dijalankan sesuai fundamentalnya, efisien dan berorientasi pada kebutuhan penumpang,” tandasnya.
Baca juga : Selama Libur Nataru, Truk Bertonase Berat Dilarang Melintas di Tanggal Ini
Pengamat Penerbangan, Gatot Raharjo melihat, hingga kini, tingkat keterisian penumpang (okupansi) pesawat terbang masih di bawah 50 persen. Ia menilai, masih rendahnya okupansi penumpang disebabkan oleh berbagai faktor.
“Harusnya dengan adanya vaksin, diharapkan kepercayaan diri masyarakat untuk travelling bisa naik. Namun kita juga tidak tahu apakah tahun ini distribusi vaksin bisa optimal. Yang pasti keyakinan tumbuh dan bangkit itu akan tetap ada,” kata Gatot kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Cegah Bentrokan Lagi, TNI Antar Pulang Pendemo Kantor Gubernur Papua
Gatot menilai positif bisnis kargo yang tengah dijalani Garuda. Sayangnya, menurutnya, bisnis kargo belum diatur di Kementerian Perhubungan, terutama masalah tarif kargo.
“Kargo ini kan kategorinya unsalary alias pemasukan tambahan. Harusnya pemerintah mengatur juga agar bisa menjadi pendapatan utama di samping angkutan penumpang. Jadi tidak sembarangan patok harga. Karena kalau perang harga, ya yang rugi maskapai juga,” imbaunya. [DWI/IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya