Dark/Light Mode

Utang Luar Negeri Indonesia Turun, Alhamdulillah Strukturnya Sehat

Senin, 15 Maret 2021 10:46 WIB
Ilustrasi utang luar negeri (Foto: Net)
Ilustrasi utang luar negeri (Foto: Net)

 Sebelumnya 
Pada akhir Januari 2021, ULN PBLK tumbuh sebesar 4,9 persen (yoy). Lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3 persen (yoy).

Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 6,1 persen (yoy). Lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya, yang mencapai 4,7 persen (yoy).

Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0 persen dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Baca juga : Bintang NBA Dan WNBA Latih Putra Putri Indonesia Secara Virtual

Erwin menegaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Struktur ULN yang sehat tersebut tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Januari 2021, yang tetap terjaga di kisaran 39,5 persen. Relatif stabil dibanding rasio pada bulan sebelumnya, yang mencapai 39,4 persen.

Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,4 persen dari total ULN.

Baca juga : Habis Keok Beruntun, Alhamdulilah Rupiah Bangkit Lagi

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," terang Erwin.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dan metadatanya, dapat dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Maret 2021, pada situs web Bank Indonesia. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.