Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kondisi Keuangan BUMN Karya Terjun Bebas

5 Tahun Lalu Ngetop, Kini Berdarah-darah

Jumat, 16 April 2021 05:22 WIB
Gedung BUMN PT Wijaya Karya Tbk (Wika). (Foto : Istimewa).
Gedung BUMN PT Wijaya Karya Tbk (Wika). (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Wika), Agung Budi Waskito mengakui, keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tengah berdarah-darah. Kini, untuk memulihkan kinerja, Wika semakin selektif menerima proyek.

Agung bilang, kondisi BUMN Karya saat ini sangat kontradiksi dengan situasi lima tahun lalu. Waktu itu, sektor infrastruktur tengah masif melakukan berba­gai pembangunan. Pemberitaan soal pembangunan infrastruktur oleh BUMN Karya bisa dibilang sangat pesat.

“Tapi dalam waktu sebulan terakhir ini, pemberitaan mengenai keuangan BUMN Karya itu jatuh dan berdarah-darah,” ungkap Agung dalam webinar, Rabu (14/4).

Berita Terkait : Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja, Ciptakan Era Baru Berusaha

Agung mengamini kinerja keuangan perusahaan terpukul akibat pandemi Covid-19. Ta­hun 2020, laba bersih Wika anjlok hingga 88 persen dari sebelumnya Rp 2,621 triliun di 2019 menjadi Rp 322 miliar.

Tak ingin larut dengan kondisi tersebut, Agung membeberkan, pihaknya tengah mempersiap­kan program untuk menyehatkan kinerja perusahaan.

Ia memastikan, Wika akan melakukan tindak lanjut dan elaborasi yang berfokus pada tiga hal utama. Yakni, mengelola likuiditas keuangan dengan baik. Kedua, pengelolaan Sumber Daya Ma­nusia (SDM) agar tetap sehat dan produktif. Dan ketiga, bagaimana melakukan efisiensi biaya demi menaikkan laba perusahaan.

Berita Terkait : MK Jangan Terpaku Pasal Kuantitatif Dalam Perkara Pilkada

Dia berharap, upaya terebut bisa memperbaiki kinerja keuangan dan kondisi perusahaan. Pihaknya tak mau pasang target muluk-muluk.

“Saat pandemi 2020 itu, kita akui tidak ada sama sekali in­vestasi baru. Artinya ya hanya melanjutkan (proyek) yang sudah ada saja, sambil bertahan agar tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK,” ujarnya.

Agung menegaskan, goal-nya dari upaya itu, setelah new normal, Wika menjadi perusa­haan paling siap dari sisi sektor keuangan dan profit.

Berita Terkait : Kekurangan Zat Besi Bikin Anak Nggak Konsentrasi Belajar

Ke depan, sambung dia, Wika juga akan pilih-pilih investasi. “Kami tidak ada rencana investa­si untuk jalan tol dan sebagainya, nanti kami akan leading di mineral dan industri,” ucapnya.
 Selanjutnya