Dark/Light Mode

Bikin Enduro Student Program

Pertamina Lubricants Cetak Entrepreneurship Perbengkelan

Minggu, 14 April 2019 18:57 WIB
Peserta Enduro Student Program besutan Pertamina Lubricants. (Foto: Pertamina Lubricants)
Peserta Enduro Student Program besutan Pertamina Lubricants. (Foto: Pertamina Lubricants)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Lubricants fokus mencetak entrepreneurship muda di bidang perbengkelan khususnya roda dua. Salah satu caranya dengan memberikan pelatihan melalui program Enduro Student Program (ESP).

ESP merupakan program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) Pertamina Lubricants yang menyentuh pada nilai-nilai Creating Shared Value (CSV). Dalam pelaksaannya perseroan bekerja sama dengan siswa-siswa SMK dan para mitra.  

ESP terdiri dari pelatihan teknik sepeda motor bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di masing-masing kota, praktek kerja dan mentorship oleh bengkel mitra binaan PT Pertamina Lubricants. Secara keseluruhan program ini telah diikuti oleh lebih dari 200 siswa-siswa SMK kejuruan otomotif/mesin serta menciptakan 70 bengkel mandiri dari berbagai kota di Indonesia.  

Baca juga : Dorong Milenial Papua, Pertamina Gelar Kuliah Umum Politik Inklusif Bareng Tanri Abeng

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Iwan Ridwan Faizal mengatakan, ESP mengajak anak-anak muda produktif Indonesia untuk menjalani pembinaan, pendidikan, dan pelatihan entrepreneurship serta praktik kerja untuk kedepannya dapat merintis wirausaha bengkel motor secara mandiri. Perseroan mengembangkan potensi siswa SMK untuk belajar mengenai dunia perbengkelan dan terjun langsung secara real untuk menjadi mekanik handal sekaligus dapat mengelolanya bisnis dengan baik.

“Dalam program, kami juga menggenjot kreatifitas dan ide-ide brilian mereka yang terkait dengan strategi bisnis dan penjualan melalui kompetisi-kompetisi menarik,” katanya.  

ESP terdiri dari berbagai tahapan. Program dimulai dengan penjaringan siswa-siswi SMK otomotif sejumlah 21 orang setiap batchnya perkota. Program ini menjaring siswa-siswi yang memiliki minat kuat dalam usaha mekanik atau perbengkelan dan memiliki mimpi untuk membangun kemandirian melalui usaha bengkel. Lalu peserta akan mengikuti pelatihan teknis dan non-teknis sepeda motor di BLKI setempat selama satu bulan.  

Baca juga : Luhut: Uang Kita Tidak Lari Keluar Negeri, Contohnya Gojek

Setelah lulus dari BLKI, peserta melanjutkan program dengan praktek kerja di bengkel mitra binaan Pertamina Lubricants, dimana peserta akan menerima mentorship dan pelatihan kerja langsung oleh mekanik yang sudah berpengalaman. Pada tahap ini, peserta benar-benar diajak terjun langsung untuk belajar teknis keterampilan bengkel sepeda motor sekaligus belajar menjalankan bisnis bengkel skala kecil dan medium.

Selanjutnya, kata Iwan, peserta akan dibekali dengan soft skill seperti creative thinking, kewirausahaan, sales and marketing, character building, product knowledge, dan materi bengkel ramah lingkungan oleh para ahli dibidangnya dan dilakukan pendampingan dan konsultasi wirausaha. Setelah itu, mereka dinilai dan diberikan prasarana bisnis berupa toolkits bengkel untuk memulai bisnis antara lain spareparts, compressor, dan paket Pelumas Pertamina Enduro.  

Jebolan ESP Cilacap, Jayusman Widodo dan Khoerur Rijal, pemilik dan pendiri Djaya Motor mengungkapkan bahwa mereka mampu memperoleh pendapatan Rp 80 ribu-150 ribu per hari. Hal yang mendorong perkembangan Djaya Motor adalah letak yang strategis, dan pelayanan yang rapi serta teliti. “Dukungan dari kawan-kawan juga banyak dan jadi pelanggan utama,” papar Jayusman. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.