Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BRI Ajak Gotong Royong Pulihan UMKM
Jangan Sampai Usaha Mikro Jalan Di Tempat
Jumat, 30 April 2021 05:44 WIB
Sebelumnya
Perlu Pembinaan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menegaskan, terkait UMKM, ada hal-hal yang mesti dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan karena pembiayaan saja tidak cukup.
“Perlu pembinaan agar UMKM bisa berproduksi lebih baik dan kualitasnya lebih bagus. Selain itu juga diperlukan channeling penjualan dan ekosistem yang lengkap,” saran Wimboh.
Baca juga : Jangan Sampai Sanksi Cuma Omdo, Di Atas Kertas Doang
Selain itu, imbuh mantan Komisaris Bank Mandiri itu, regulator juga akan memfasilitasi dan memberikan pembinaan perluasan akses pemasaran UMKM. Yaitu, dengan membangun platform UMKM-MU yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM secara gratis.
Wimboh melanjutkan, dukungan OJK untuk pembiayaan UMKM dilakukan dengan sejumlah langkah. Di antaranya, Bank Wakaf Mikro (BWM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), mengembangkan Securities Crowdfunding (SCF) atau alternatif permodalan melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi dan digitalisasi UMKM melalui Platform UMKM-MU.
Senada, Menkop dan UKM Teten Masduki menyebutkan, saat ini pemerintah terus berupaya mengembangkan UMKM. Karena itu, pihaknya mendukung penuh atas upaya yang dilakukan BRI.
Baca juga : Pengguna Medsos Jangan Asal Klik Tautan Nggak Jelas
“BRI memang jagoannya UMKM. Karena itu wajar banyak pujian dari dunia internasional untuk BRI sebagai bank besar,” ucap Teten.
Lebih lanjut Teten bilang, saat ini pemerintah tengah berupaya melahirkan wirausaha-wirausaha baru, baik existing maupun yang masih merintis. Targetnya, di 2024 bisa mencapai 4 persen. Jika didukung dengan ekosistem pembiayaan dan kewirausahaan, Teten optimistis target tersebut akan tercapai.
BRI Microfinance Outlook 2021 juga menjadi ajang pemaparan BRI Micro & Small Medium Enterprise (SME) Index atau BMSI Q1-2021, peluncuran sebuah platform pemberdayaan digital yang dikembangkan oleh BRI untuk pelaku UMKM Indonesia, yakni LinkUMKM. Serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Microfinance Indonesia.
Baca juga : Kurangi Beban, Jangan Cuma Andalkan Suntikan Pemerintah
“Kemunculan produk dan lembaga baru ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas seluruh pemangku kebijakan untuk lebih optimal memberdayakan UMKM, dan menciptakan lebih banyak lagi pelaku usaha yang naik kelas,” tutup Sunarso. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya