Dewan Pers

Dark/Light Mode

Inisiatif Indonesia Bantu India Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 Dipuji

Rabu, 12 Mei 2021 17:30 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melalui kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Gas Indonesia berkomitmen mengirimkan bantuan kepada India berupa 3.400 unit tabung gas oksigen atau senilai Rp 2 miliar untuk membantu India keluar dari pandemi Covid-19 gelombang kedua.

Bantuan ini dikirimkan secara bertahap. Untuk tahap pertama, penyerahan bantuan tabung gas oksigen sebanyak 1.400 unit, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto di Cikande, Serang, Banten pada Senin (10/5).

Airlangga menyebut, bantuan tabung berisi oksigen ke India tidak akan mengganggu pasokan oksigen di dalam negeri, karena produksi gas oksigen RI yang melimpah.

Berita Terkait : Disiplin Dan Waspada Hadapi Pandemi Covid, Ciri Orang Bertakwa

"Ini sudah mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri, jadi tidak akan mengganggu pasokan oksigen nasional,” jelas Menko Airlangga.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah menyampaikan pujiannya terhadap langkah pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada India yang tengah menghadapi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Indonesia sendiri juga berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Ini perlu kita puji, kita apresiasi. Artinya niat baik pemerintah Indonesia mengerahkan para pengusaha, membantu India harus kita hargai. India sendiri berbatasan langsung dengan ujung Aceh. Jadi ini suatu misi kemanusiaan, sekaligus prinsip menjaga hubungan baik yang strategis antara Indonesia dan India" ujar Reza, Rabu (12/5). 

Berita Terkait : Sandi Bangga Desa Wisata Di NTB Nol Kasus Covid-19

Sementara sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bahwa rencana pengiriman vaksin Astrazeneca yang dibuat di India periode Maret dan April 2021 sejumlah 10,3 juta dosis ditunda akibat embargo yang terjadi di negara tersebut. Situasi ini terjadi karena India sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Menanggapi hal itu Reza menilai adanya faktor historis dan idealisme hubungan saling bantu antara Indonesia dan India yang telah berlangsung lama. Meski komitmen pendistribusian vaksin antara kedua negara terhambat, namun pemerintah Indonesia tetap mendukung India agar keluar dari pandemi Covid-19 gelombang kedua.

"Ini adalah wujud spirit solidaritas antar negara di kawasan Asia Afrika untuk saling membantu mewujudkan dunia bebas Covid-19," ungkapnya.

Berita Terkait : Indonesia Masuki Fase Rawan Ledakan Covid-19

Reza menganjurkan pemerintah Indonesia untuk belajar dari bangkitnya gelombang kedua Covid 19 di India. Sekaligus juga mengamati bagaimana India dan negara-negara lain mencoba keluar dari pandemi dengan berbagai kebijakan inovatifnya, baik bidang kesehatan, sosial ekonomi maupun politik keamanan.

"Kalau kita lihat sepanjang satu tahun pandemi, penanganan Covid-19 telah ditangani dengan baik oleh pemerintah. Oleh karena itu, kondisi di India saat ini dapat dijadikan pembelajaran bagi Indonesia untuk diantisipasi secara bijak. Juga tentunya pengalaman negara-negara lain dalam menghadapi pandemi Covid 19", tutup Reza. [TIF]