Dark/Light Mode

Sandi Bangga Desa Wisata Di NTB Nol Kasus Covid-19

Sabtu, 8 Mei 2021 23:09 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat berada di Gili Trawangan, Lombok, NTB. (Foto: Instagram @sandiuno)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat berada di Gili Trawangan, Lombok, NTB. (Foto: Instagram @sandiuno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno terus mengembangkan cita rasa desa wisata yang digagasnya sejak menjabat. Salah satunya seperti desa wisata Kembang Kuning yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sandi mengatakan, desa wisata Kembang Kuning adalah salah satu desa wisata yang bisa bertahan menghadapi pandemi dengan mencatatkan nol kasus Covid-19.

Berita Terkait : Lebaran, Mendes Minta Desa Wisata Tetap Patuhi Prokes

Desa ini juga dikenal dengan kenyamanannya lantaran nihil tindakan kriminalitas.

"Desa wisata Kembang Kuning, Lombok Timur, dengan menerapkan protokol kesehatan alhamdulillah nol kasus Covid-19 hingga hari ini, dan nol kriminalitas," kata Sandi dalam keterangan resminya, Sabtu (8/5).

Berita Terkait : Dukung Pariwisata NTB, Menparekraf Siapkan Dana Hibah Rp 3,7 Triliun

Mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta itu bersyukur bisa melihat sendiri bagaimana peran seta masyarakat dalam menjaga desanya.

"Fasilitas homestay-nya sangat baik. Terasa sekali nuansa kekeluargaannya. Desa wisata ini juga terus beradaptasi dengan teknologi. Produk ekonomi kreatifnya sudah bisa dibayarkan dengan online," imbuh Sandi.

Berita Terkait : Doni Monardo : Jangan Lengah, Kasus Covid Bisa Meledak Kalau Tak Hati-hati

Lebih lanjut Sandi menyebut, desa wisata Kembang Kuning merupakan role model bagi desa wisata lainnya, guna memulihkan perekonomian masyarakat akibat pandemi.

"Ini adalah langkah kongkret yang bisa kita kolaborasikan untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat, membangkitkan pariwisata, membuka lapangan kerja, dan mendorong produk-produk ekonomi kreatif lokal," ungkap mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu. [UMM]