Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan optimismenya, ekonomi kita bisa tumbuh 7 persen pada kuartal II-2021. Ia merujuk sejumlah indikator yang menunjukkan tren positif. Seperti Purchasing Managers' Index (PMI) mencapai angka 54,6 pada April 2021 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 101,5. Selain itu, kinerja ekspor dan impor juga membaik pada kuartal I-2021.
Di luar perbaikan indikator ekonomi, keyakinan itu juga didasari basis angka pertumbuhan ekonomi yang turun tajam pada kuartal II-2020 akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal II-2020, PDB berdasarkan harga konstan berada di posisi Rp 2.598 triliun. Pada kuartal I-2021, angkanya sudah mendekati level Rp 2.700 triliun.
Baca juga : Jokowi: Kalau Panen Bagus, Tahun Ini Tidak Ada Impor Beras
"Dengan basis rendah itu, maka kenaikan sudah di atas sekitar 4,7 persen. Tentu untuk mencapai 7 persen itu tinggal didorong sedikit lagi," ucapnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan optimisme serupa. Menurut dia, pemulihan ekonomi terus terjadi seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur yang terus membaik. Selain itu, kenaikan harga komoditas juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Tren pemulihan ekonomi diperkirakan terus berlanjut," kata Sri Mulyani.
Baca juga : Presiden Sehati Dengan Luhut
Melihat hal ini, ekonom Indef Bhima Yudhistira mencoba mengingatkan. Dia setuju, pemulihan ekonomi memang mulai terjadi. Namun, pemulihan itu belum merata.
Dengan kondisi itu, untuk mengejar pertumbuhan hingga 7 persen, masih terlalu berat. Dalam hitungannya, ekonomi bisa tumbuh di 2 persen saja sudah baik, karena sudah keluar dari resesi. "Pemerintah boleh optimis tapi harus tetap realistis," kata Bhima, tadi malam.
Baca juga : Jerman Kepincut Tanam Modal Di Sektor Industri
Bhima menyebutkan, faktor yang mampu mendorong pemulihan ekonomi kuartal II adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, mengoptimalkan ekspor, hingga membangkitkan geliat usaha di daerah.
Peran UMKM penting dalam menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya. Selain itu, pemerintah perlu mengantisipasi potensi kenaikan kasus Covid-19 dengan menyediakan fasilitas kesehatan dan mempercepat vaksinasi. Ia juga menyarankan agar pemerintah mendorong belanja. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya