Dark/Light Mode

Pengelola Pariwisata Harap Munas Kadin Tetap Digelar Di Bali

Rabu, 26 Mei 2021 11:02 WIB
Direktur Lembaga Operator Manajemen Hotel Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa (Foto: Istimewa)
Direktur Lembaga Operator Manajemen Hotel Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku pariwisata di Bali berharap pelaksanaan Musyawaran Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tetap diselenggarakan di Bali. Penyelenggaraan Munas Kadin itu diharapkan menjadi pendorong bangkitnya pariwisata dan ekonomi Bali.

Harapan ini salah satunya disampaikan Direktur Lembaga Operator Manajemen Hotel Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa, menyusul adanya desas-desus pemindahan Munas Kadin ke Kendari. "Harusnya sesuai visi beberapa lembaga di pusat untuk dapat menggairahkan pariwisata Bali dan membantu perekonomian dengan menyelenggarakan kegiatan di Bali” kata Sudirga, Rabu (26/5).

Berita Terkait : Pengusaha Pariwisata Pede, Munas Kadin Dongkrak Ekonomi Bali

Sudirga mengungkapkan, jika memang benar kabar pemindahan Munas Kadin ke luar Bali, seharusnya ada pernyataan resmi dari pihak Kadin dan pemerintah. Apalagi pembatalan itu akan sangat merugikan bagi Bali.

“Kenapa hal ini dilakukan di tengah harapan semua pelaku pariwisata Bali untuk dapat memperpanjang napas di tengah krisis akibat Covid-19. Kita harus mintakan tanggapan yang objektif tanpa adanya tekanan atau rekayasa lainnya. Karena hal ini sangat merugikan pandangan umum secara nasional bahkan internasional pada kondisi keamanan Wilayah Bali” papar pria yang juga Anggota Tim Verifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) Provinsi Bali.

Berita Terkait : Hasnaeni : Partai Emas Sudah Terdaftar Di 26 Provinsi

Menurutnya, Bali saat ini tengah mendapat pengakuan tentang tertibnya warga masyarakat menggunakan masker. Beberapa wilayah, bahkan sampai tingkat desa, terus melakukan proses vaksinasi. Pelaku pariwisata bahkan sudah hampir separuhnya tervaksinasi dari total 100 ribu lebih pelaku pariwisata yang berhak mendapat vaksin.

“Selanjutnya adalah senantiasa mendorong pemerintah daerah untuk melakukan lobbying dan pendekatan secara terus menerus kepusat untuk mendesak hal ini segera dilakukan dan direalisasikan. Buka internasional airport Bali, permudah pergerakan wisatawan Domestik menuju Bali,” jelasnya. [USU]