Dark/Light Mode

Pungutan Ekspor Naik, Laba Astra Agro Lestari Ambles

Kamis, 27 Mei 2021 18:14 WIB
Direktur Astra Agro Lestari, Mario Casimirus Surung Gultom. (Foto: ist)
Direktur Astra Agro Lestari, Mario Casimirus Surung Gultom. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada kuartal I-2021 sebesar Rp 162,43 miliar. Jumlah tersebut merosot 56,22 persen dibanding laporan keuangan 31 Maret 2020 sebesar Rp 371,06 miliar.

Direktur Astra Agro Lestari, Mario Casimirus Surung Gultom mengatakan, turunnya laba disebabkan beberapa faktor. Di antaranya kenaikan levy (pungutan ekspor sawit). 

Baca Juga : Kasus Positif Nambah 6.278, Jawa Barat Nyodok Lagi Ke Posisi Puncak

"Tahun sebelumnya levy hanya 55 dolar per ton. Dengan adanya levy progresif di akhir 2020, maka dari harga CIF Rotterdam itu akan dipotong kira-kira 30-40 persen untuk levy. Jadi memang cukup berdampak," jelas dalam Workshop Wartawan Pasar Modal Group Astra secara virtual, Kamis (27/5).

Selain dengan adanya penerapan levy progresif, fakto lain yang menyebabkan turunnya laba adalah lindung nilai pada semester I-2021. Meski begitu, dari sisi pendapatan, AALI mencatatkan kenaikan sebesar 4,98 persen menjadi Rp 5,03 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,79 triliun.

Baca Juga : Olike Perluas Segmentasi Pasar Ke Ranah Keluarga

Pihaknya berharap, lindung nilai itu akan selesai di semester I ini. Sehingga semester II-2021 tidak akan lagi menggerus laba. "Kami berharap di semester II kami akan lebih baik dari pada semester I ini," harap Mario.

Untuk itu, upaya maksimal kinerja perseroan pun diwujudkan dengan belanja modal (capital expenditure/capex) yang akan digelontorkan sebesar Rp 1,2 triliun pada 2021. Angka ini pun tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kemenkes Dongkrak Kapasitas Bed RS Hingga 300 Persen

"Sebagian besar itu adalah untuk replanting dan perawatan tanaman belum menghasilkan,” ujarnya.

Mario menuturkan, capex tahun ini tentu tidak akan naik terlalu tinggi karena masih dalam situasi pandemi. "Jadi hal-hal itu pasti untuk hal-hal yang esensial seperti yang juga dilakukan Astra Agro di tahun lalu,” pungkasnya. [DWI]