Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kantongi Lampu Hijau Komite Privatisasi
2024, Aset Holding UMi Bisa Tembus Rp 2.235 T
Minggu, 30 Mei 2021 05:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembentukan holding Ultra Mikro (UMi) terus menunjukkan perkembangan positif. Komite Privatisasi Perusahaan Persero merestui sinergi tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Anggota holding itu yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.
Baca juga : Realisasi Penyaluran Bansos Bangga Papua Tembus Rp 121,5 M
Direktur Utama BRI, Sunarso mengamini rencana holding UMi sudah mendapat persetujuan Komite Privatisasi. “Dan, sudah tentu itu dapat rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Proses kita jalankan, namun sampai hari ini kita tidak boleh menyampaikan angka dan lain-lain,” ungkap Sunarso saat konferensi pers kinerja kuartal I-2021, Selasa (25/5).
Komite Privatisasi Perusahaan Persero merupakan lembaga yang dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2021, tentang Perubahan atas Keppres Nomor 47 Tahun 2014 tentang Komite Privatisasi Perusahaan Perseroan. Komite ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca juga : Cadangan Devisa Agustus Tembus Rp 2.019 Triliun
Meskipun proses sedang berjalan, Sunarso menuturkan, proses pembentukan holding belum memasuki fase keterbukaan informasi. Sehingga, belum banyak detil bagaimana holding tersebut bakal rampung.
Pembentukan holding UMi, papar Sunarso, akan dilakukan melalui skema rights issue. Kabarnya, BRI akan menerbitkan saham baru, di mana pemerintah sebagai pemilik 56,7 persen saham perseroan, akan mengeksekusi haknya dengan menyetorkan kepemilikan saham seri B pada Pegadaian dan PNM.
Baca juga : Dana PEN Koperasi dan UKM Terserap Rp 10,24 T
Sementara, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengungkapkan, ketiga perusahaan ini setelah dibentuk dalam satu holding akan memiliki aset mencapai Rp 2.235 triliun pada 2024 nanti. Ini mengalami kenaikan Rp 48 triliun, jika dibandingkan dengan tanpa dibentuknya holding yakni di angka Rp 2.187 triliun.
“Laba juga demikian, dari Rp 74,5 triliun. Jika ada holding diproyeksikan ada tambahan Rp 8,4 triliun jadi Rp 82,9 triliun,” imbuhnya di Jakarta, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya