Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng Pelindo III Dan TPS

KAI Reaktivasi Jalur Kereta Logistik Ke Terminal Petikemas Surabaya

Kamis, 3 Juni 2021 17:12 WIB
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo (kanan) dan Dirut Pelindo III, Boy Robyanto. (Foto: ist)
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo (kanan) dan Dirut Pelindo III, Boy Robyanto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), melakukan reaktivasi jalur angkutan logistik Kereta Api ke Terminal Petikemas. Sinergi ini dilakukan untuk menekan biaya logistik dalam negeri yang tergolong mahal.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, kolaborasi dilakukan dalam bentuk konektivitas antara moda kerata api dan pelabuhan. Reaktivasi ini, menjadi milestone penting, di mana diaktifkannya pengoperasi angkutan logistik dari dan menuju pelabuhan petikemas, menambah added value industri logistik dan pelabuhan nasiona. 

"Sehingga bisa menciptakan value creator yang lebih kompetitif," ucap Didiek dalam sambutannya di acara konferensi pers reaktivasi angkutan logistik Kereta Api Terintegrasi dengan Terminal Petikemas lewat streaming YouTube, Kamis (3/6).

Berita Terkait : Gandeng Shell Indonesia, Lazada Logistics Bantu Mobilitas Mitra Kurir

Menurut Didiek, jalur KA ke TPS dioperasikan terakhir kali pada 2016. Dalam rangka reaktivasi ini, KAI telah melakukan berbagai persiapan maupun material. Mulai dari penggantian jalan rel, pembongkaran jalan rel, hingga bantalan rel baru.

Konektivitas yang dibangun bukan hanya fisik tapi juga secara sistem. Bagaimana integrasi sistem house to house KAI, Pelindo III dan TPS. "Dengan end to end bongkar muat, barang, juga pengiriman logistik dari dan menuju pelabuhan Tanjung Perak," jelasnya.

Dalam TPS ini, kata Didiek, KAI memiki dua jalur yang mampu mengakomodir kereta api barang petikemas dengan 10 gerbang datar. Sehingga total kapasitas muat TPS nantinya adalah, 20 KA Barang berkapasitas 40 teus. 

Berita Terkait : Bank DKI Dan DMI Jakarta Salurkan Dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah

Didiek berharap, sinergi dan semangat kolaborasi ini akan sustain. "Karena kami ingin membangun value added industri logistik dengan cara lebih efisien dari sisi biaya logistik," tegas Didiek. 

"Kalau sekarang ini masih sekitar 23-26 persen secara nasional, dengan adanya sinergi ini lebih efiein. Sehingga bisa mendekati biaya secara internasional sekitar 8-12 persen," sambungnya.

Dirut Pelindo III, Boy Robyanto optimis, reaktivasi ini dapat meningkat biaya logistik. "Bicara dengan pak Didiek, bagaimana meng-create agar KAI bisa masuk ke pelabuhan, TPS ada 2 jalur KA, yang diaktifkan kembali. Mudah-mudahan ini lebih sustain," harapnya.

Berita Terkait : Pelindo III Rangkul TNI AL Dukung Kelancaran Logistik Nasional

Logistik lewat kereta api, kata Boy, sangatlah efisien dibanding transportasi logistik lainnya. Kereta api punya nilai jual lebih, dengan ketepatan waktu yang tinggi. "Nilai lebih dimata pengguna jasa. Kalau bersaing dengan truk, jelas akan lama, karena waktu presisi kereta api yang tinggi," imbuh Boy.

Ke depan, Pelindo III bersama KAI juga tengah menjajaki pelabuhan mana saja yang akan diintegrasi dalam kapasitas angkutan logstik. "Selanjutnya di Semarang ya dan ada beberapa lagi," ungkapnya.

Senada, Dirut TPS, Dothy mengaku, senang dan bersemangat menyambut reaktivasi ini. TPS sendiri merupakan second highest volume Container yang ada di Indonesia, yaitu di Tanjung Perak. [DIT]