Dark/Light Mode

Mantul, Awal Pekan Rupiah Kinclong

Senin, 7 Juni 2021 10:21 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini menguat. Rupiah menguat 0,17 persen menjadi Rp 14.270 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp14.295 per dolar AS.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, rupee India turun 0,12 persen, yuan China melemah 0,04 persen, bath Thailand melemah 0,09 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,09 persen.

Berita Terkait : Data Ekonomi AS Bikin Rupiah Klepek-klepek

Sedangkan, dolar Taiwan berhasil naik 0,12 persen, bersama dengan won Korea Selatan bertambah 0,47 persen. Sedangkan peso Filipina menguat 0,07 persen.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah ditopang meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh bank sentral AS, The Fed. 

Berita Terkait : Yield Obligasi AS Rontok, Rupiah Makin Joss

Pasalnya, data tenaga kerja AS dari sektor non pertanian periode Mei 2021 di bawah ekspektasi pasar, yaitu meningkat 559 ribu atau di bawah ekspektasi pasar 675 ribu.

Menurutnya, kebijakan moneter The Fed merujuk pada dua indikator, yaitu tingkat inflasi dan data tenaga kerja. Angka inflasi di AS mencapai level di atas 2 persen, karena banjir likuiditas akibat stimulus fiskal jumbo AS.

Berita Terkait : Top! Rupiah Dibuka Paling Perkasa

Namun, The Fed beralasan bahwa inflasi itu hanya sementara. Sementara itu, The Fed melihat angka lapangan pekerjaan di AS belum kembali ke level sebelum pandemi. Menurutnya pasar masih mewaspadai isu tapering tersebut. Ia memprediksi rupiah melaju di rentang Rp 14.250 hingga Rp 14.330 per dolar AS pada hari ini. [DWI]