Dark/Light Mode

Salurkan Dana Bergulir Ke 3 Mitra UKM

LPDB-KUMKM Komit Hadir Di Indonesia Timur

Kamis, 10 Juni 2021 08:53 WIB
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran tersebut, sebagai upaya LPDB-KUMKM yang menggenjot penyaluran bergulir di kawasan Timur Indonesia. Tahun ini, LPDB-KUMKM menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan hingga Rp 2 triliun, dengan bunga PEN 3 persen.

Sementara tahun lalu, LPDB-UMKM sukses menyalurkan dana bergulir hingga Rp 2,06 triliun. Per 3 Juni 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 835,1 miliar. Di NTT sendiri, sepanjang 2008-2021, LPDB-KUMKM telah melakukan pencairan dana bergulir hingga Rp 585,2 miliar, kepada 28 mitra koperasi dan 955 UMKM.

Kali ini, penyaluran dana bergulir diberikan melalui Kopdit Obor Mas, kepada tiga mitra UMKM binaannya. Mereka di antaranya Theresia Jaiman dengan jenis usaha tenun ikat Manggarai meraih plafon pinjaman sebesar Rp 10 juta. Gedifridus Sisparjo, jenis usaha tenun ikat Manggarai, tas dan dompet, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 5 juta. Dan Martina Enim Rotok, jenis usaha pot bunga motif tenun Manggarai, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 100 juta.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, tahun 2020, LPDB memang menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), di mana ada tambahan dana PEN Rp 1,292 triliun.

Baca Juga : Pencuri Gondol Mobil Damkar

"Itu salah satunya disalurkan ke Kopdit Obor Mas sebesar Rp 150 miliar. Yang hari ini secara simbolis diberikan ke anggota Obor Mas dari dana PEN tersebut," jelas Supomo dalam acara Penyerahan Pinjaman LPDB-KUMKM melalui Kopdit Obor Mas kepada Anggota Binaan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (9/6).

Supomo menegaskan, tahun ini LPDB-KUMKM tetap menjalankan program Dana PEN atas arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. "Langkah LPDB sesuai program kementerian dan arahan pak Menteri masih melaksanakan dana PEN," tegasnya.

Ia bersyukur, dana yang diberikan tersebut berdampak ke anggota koperasi, bukan hanya ke koperasinya saja. Anggota pun bertambah besar dan volume aktivitasnya pun bertambah.

"Dana yang diberikan ke Kopdit Obor Mas ini sangat bemanfaat ke masyarakat NTT. Terutama ke sektor penunjang pariwisata, juga banyak bahan tenun, dan sektor petanian. Intinya ke sektor yang produktif bukan konsumtif," imbuh Supomo.

Supomo berharap, Kopdit Obor Mas menjadi contoh lagi bagi UMKM lainnya bagaimana UMKM bisa bertumbuh, dengan bergabung bersama koperasi.

Baca Juga : Ketua Satgas Minta 3T Di Jawa Timur Ditingkatkan

"Karena kalau gabung koperasi, akses pembiayaan jadi murah dan mudah. Koperasi yang mendapat pembiayaan dari LPDB syaratnya harus koperasi yang bagus dan transparan. Ini supaya memudahkan LPDB juga melakuka evaluasi dan monitoring," jelas Supomo.

Ia menyatakan, LPDB-KUMKM senantiasa harus hadir di kawasan Indonesia Timur, agar tujuan pemerataan pembiayaan bisa terjadi.

"LPDB sebagai wakil dari pemerintah harus hadir. Apalagi di pandemi, ternyata kehadiran LPDB disambut bagi masyarakat. Dan dari evaluasi kami, semua dana disalurkan ke koperasi ke sektor produktif. Otomatis akan menunjang ekonomi secara nasional," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, General Manager Kopdit Obor Mas (Kabupaten Sikka), Leonardus Frediyanti Moat Lering mengaku bersyukur dan terbantu, atas pemberian pinjaman LPDB-KUMKM, terutama di saat pandemi Covid-19.

"Jujur saja ketika Maret-Agustus 2020 lalu UMKM terkena dampak karena aktivitas dibatasi. Apalagi pariwisata, kami langsung jatuh. Tapi setelah itu turunlah dana bergulir dari PEN, itu kami rasakan betul manfaatnya," yakin pria yang akrab disapa Yanto ini.

Baca Juga : Manfaatkan Teknologi Digital, Sukseskan Vaksinasi

Yanto merinci, pinjaman LPDB yang salurkan kembali ke UMKM nominalnya bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 250 juta dengan bunga hanya 3 persen. Koperasi yang memiliki anggota 112 ribu dengan aset Rp 1,38 triliun, sebanyak 40 persen di sektor pertanian. Mulai dari cengkeh, holikultura, kakao hingga budidaya tanaman jambu mete untuk ekspor.

"Sekitar 17 persen kami bergerak di peternakan unggas, juga kambing. Sisanya kami masih berikan ke perdagangan, tapi jumlahnya kecil," tuturnya.

Ke depan ia berharap, akan lebih banyak lagi membantu UMKM binaannya lewat kemudahan pembiayaan LPDB-KUMKM.

Ia juga mengajak dan memotivasi para UMKM untuk bergabung dengan koperasi, guna memudahkan dari sisi akses pembiayaan hingga pelatihan. "Sehingga tahun ini kami optimis, jumlah anggota akan bertambah hingga 130 ribu orang," pungkasnya. [DWI]