Dark/Light Mode

Tekan Impor, Pupuk Indonesia Kaji Bangun Pabrik Kieserite

Jumat, 11 Juni 2021 12:29 WIB
Penandatangan kerja sama pengkajian pembangunan pabrik pupuk kieserite antara Petrokimia Gresik dengan PT Polowijo Gosari Indonesia. (Foto: ist)
Penandatangan kerja sama pengkajian pembangunan pabrik pupuk kieserite antara Petrokimia Gresik dengan PT Polowijo Gosari Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik bersepakat dengan PT Polowijo Gosari Indonesia untuk melakukan kajian pembangunan pabrik pupuk kieserite. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, keduanya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of Understanding/MoU) untuk merealisasikan kesepakatan tersebut.

Menurutnya, pendirian pabrik pupuk kieserite memiliki potensi yang sangat besar karena kebutuhannya di Indonesia masih banyak dipenuhi melalui impor. "Potensi pasar pupuk kieserite sendiri masih sangat besar di Indonesia," ujarnya, Jumat (11/6). 

Ia menjelaskan, kieserite sendiri merupakan nama lain dari Magnesium Sulfur, dan pupuk kieserite dapat menjadi sumber Magnesium (Mg) dan Sulfur (S) bagi tanaman. Menurutnya, pupuk ini cocok diaplikasikan untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.

Berita Terkait : Di Tengah Pandemi, Pupuk Indonesia Masih Kantongi Pendapatan Rp 71,87 T

Karenanya ia berharap, kerja sama ini dapat bersifat jangka panjang mengingat masih banyak pasar potensial yang perlu diisi melalui produk pupuk seperti ini. “Peluangnya besar, dan kita juga bisa kembangkan produk pupuk lain," kata Bakir. 

Apalagi, kajian pendirian pabrik pupuk kieserite ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis perusahaan untuk melakukan diferensiasi usaha. Serta, sesuai dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan. 

"Tentunya hal ini akan bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, baik Pupuk Indonesia, Polowijo Gosari Indonesia, serta Petrokimia Gresik," tuturnya. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, dalam MoU tersebut, pihak Petrokimia Gresik dan Polowijo Gosari Indonesia akan melakukan kajian bersama dalam empat aspek, yakni aspek pasar, aspek teknis, aspek ekonomi, serta aspek lokasi. 

Berita Terkait : Cetak Rekor, Produksi Pupuk Indonesia Tembus 12,26 Juta Ton

"Proses kajian ini ditargetkan selesai setelah dua tahun," akunya. 

Dwi mengungkapkan, bahwa pasar pupuk kieserite di Indonesia masih terbuka lebar, karena belum banyak pemain atau produsen pupuk Kieserie di Indonesia. “Terutama untuk pasar perkebunan kelapa sawit” kata Dwi. 

Sementara itu, Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo menambahkan, tujuan kerja sama ini adalah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. 

Pihaknya mempunyai cadangan dolomit sebesar 550 juta ton, dan melalui kerja sama strategis ini, ia berharap dapat mengembangkan produk-produk turunan magnesium atau dolomit. 

Berita Terkait : FoodStartup Indonesia Diharap Kembali Bangkitkan Pelaku Usaha Kuliner

“Dan semuanya memaksimalkan local content, serta berlokasi di Gresik," terangnya. 

Adapun, pupuk kieserite sendiri cocok diaplikasikan pada tanah masam atau PH rendah, seperti tanah gambut dan tanah berpasir. 

Di mana, tanah masam dan tanah berpasir dicirikan dengan rendahnya kandungan magnesium, sehingga pemberian pupuk Kieserite sangat cocok untuk meningkatkan kandungan magnesium pada tanah.

Dalam aplikasinya, pupuk kieserite mampu meningkatkan klorofil pada tanaman sehingga warna daun lebih hijau sempurna, membantu pertumbuhan anakan, meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit, serta berperan penting dalam pembentukan bintil akar. [IMA]