Dark/Light Mode

Seminggu Lagi Puasa, Pemerintah Harus Pastikan Kecukupan Bahan Pangan Sampai Lebaran

Jumat, 26 April 2019 14:54 WIB
Ilustrasi stok bahan pangan di pasar (Foto: Istimewa)
Ilustrasi stok bahan pangan di pasar (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seminggu lagi, masyarakat Indonesia akan memasuki bulan puasa Ramadhan. Lazimnya, selama bulan puasa dan juga pada saat Hari Raya Idul Fitri, akan terjadi lonjakan permintaan bahan pangan sekitar 20-30 persen. Baik bahan pangan segar dan atau olahan. Oleh karena itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah - dalam hal ini Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk meyakinkan publik bahwa pasokan bahan pangan sampai Hari Lebaran, berada dalam keadaan cukup. Termasuk, dalam mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan.

"Pemerintah harus mampu menjaga dan melancarkan arus distribusi barang, agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar akibat gangguan distribusi," ujar Tulus dalam keterangan tertulis yang diterima RMcoid, Jumat (26/4).

Berita Terkait : Pengurus Korpri Harus Mampu Angkat Kesejahteraan Pegawai

Tulus menekankan, Kementerian Perdagangan harus mampu mengendalikan pelaku pasar besar. Ini penting, agar mereka tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen, dengan kenaikan harga yang ugal-ugalan. "Kontrol pasar secara ketat, termasuk menjaga kelancaran arus distribusi barang, akan berkontribusi signifikan terhadap harga," tandasnya. 

Menurut Tulus, jika pemerintah akan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga,  maka sasarannya harus jelas dan terukur. Ukurannya tak sebatas pada seberapa banyak komoditas yang dilepas ke pasar, tetapi juga seberapa banyak masyarakat rentan yang akan terdampak dari operasi pasar tersebut. Dengan kata lain, operasi pasar jangan hanya menjadi proyek saja.

Berita Terkait : Menkeu Pastikan Pemerintah Santuni Petugas KPPS Yang Meninggal Dunia

YLKI juga mendorong Badan POM dan juga Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pengawasan pasca pasar, untuk memberikan jaminan bahwa selama bulan puasa, komoditas bahan pangan yang beredar adalah bahan pangan yang aman, seperti tidak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya, dan bukan komoditas yang kadaluwarsa. Atau bahkan mendekati kadaluwarsa. 

"Harus diwaspadai juga adanya perilaku nakal pelaku usaha, yang melepas barang rusak/kadaluwarsa ke pasaran, karena memanfaatkan momen melonjaknya permintaan terhadap komoditas pangan," tegasnya.

Berita Terkait : Kementan Terus Tingkatkan Pengembangan Sentra Sayuran Organik

Selain itu, YLKI juga meminta masyarakat konsumen agar menjaga  konsumsi secara wajar. Jangan kelewat melebihi kebutuhan harian. Sebab, perilaku konsumsi yang seperti itu dapat mengakibatkan adanya distorsi pasar seperti kelangkaan, dan memicu kenaikan harga secara tidak wajar. 

"Masyarakat juga sebaiknya aktif melakukan pengawasan di lapangan untuk memonitor pelaku usaha yang nakal dan melakukan pelanggaran. Pelanggaran tersebut harus segera dilaporkan ke kanal-kanal pengaduan yang tersedia, seperti Kementerian Perdagangan, Dinas Perdagangan, dan Balai POM," imbau Tulus. [HES]