Dark/Light Mode

Garap Tempat Uji Kendaraan Terbesar Di ASEAN

BKS Rayu Investor Swasta

Senin, 21 Juni 2021 05:15 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (Kiri) dan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (Kanan). (Foto : BKIP Kemenhub).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (Kiri) dan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (Kanan). (Foto : BKIP Kemenhub).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merayu swasta untuk ikut terlibat membangun dua proyek infrastruktur transportasi.

Kedua proyek tersebut, yaitu Proving Ground di Balai Penguji­an Laik Jalan dan Sertifikasi Ken­daraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi dan Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bekasi Timur.

Rencananya, kedua proyek ini akan dibangun dengan skema pendanaan kreatif non APBN/ Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga : Bukti Pemerintah Tak Akan Berbisnis Vaksin Covid-19

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, mengatakan, Kementerian Perhubungan akan membuat fasilitas pengujian kendaraan bermotor yang lebih lengkap dari yang sudah ada di BPLJSKB saat ini dan juga berstandar internasional.

“Melalui pembangunan proving ground, balai pengujian kendaraan di Bekasi ini nantinya akan men­jadi tempat pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional yang terbesar di ASEAN,” kata BKSdi Jakarta, kemarin.

Eks Dirut Angkasa Pura II ini menjelaskan, pembangunan proving ground akan semakin melengkapi fasilitas yang sudah ada di Balai Pengujian.

Baca Juga : Banyak Restoran Langgar Prokes, PHRI: Tindak Saja, Kami Dukung

Di antaranya, kata dia, yaitu fasilitas Uji Pengereman, Tes Speedometer, Uji Kebisingan, Uji Kemudi, Uji Kecelakaan, Uji Stabilitas, Kendaraan Bertenaga Listrik dan Emisi CO2.

Kemudian, kata BKS, fasilitas pengujian proving ground nanti­nya akan dibangun mirip dengan kondisi jalan sebenarnya.

“Mulai dari jalan rusak, jalan berlumpur, jalan tergenang air, high speed test track, cross wind test, dust tunnel, skid pad, uji tabrak dan sebagainya,” tuturnya.

Baca Juga : Kalau Masyarakat Anggap Enteng Covid-19, Sulit Kendalikan Penularan

Menurut BKS, pembangunan fasilitas uji kendaraan ini akan dilakukan melalui skema penda­naan kreatif non APBN melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ditar­getkan proses lelangnya akan dilakukan pada tahun ini dan di­harapkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2024.
 Selanjutnya