Dark/Light Mode

Manfaatkan Sumber Daya Alam

Bahlil Pengen Investor Bangun Industri Di Papua

Jumat, 11 Juni 2021 07:36 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto : ANTARA FOTO)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto : ANTARA FOTO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak para in­vestor menanamkan modalnya membangun industri di Papua dan Papua Barat.

Nantinya, industri-industri tersebut bisa menggunakan bahan baku yang tersedia di sekitar Papua. Dengan begitu, manfaat dan dampaknya bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat setempat.

Berita Terkait : Investor Bakal Pikir Ulang Investasi Di RI

Selama ini, kata Bahlil, sumber daya alam Papua hanya diambil untuk kebutuhan industri, namun diolah di tempat lain.

“Kalau cara ini yang terus dipakai, sampai ayam tum­buh gigi Papua tidak akan pernah sejajar dengan daerah lain. Karena nilai tambahnya bukan di Papua,” kata Bahlil saat Rapat Pansus Otonomi Khusus (Otsus) Papua di Ja­karta, kemarin.

Baca Juga : Mega Jadi Profesor Hari Ini, Yuk Kita Nonton Rame-rame

Bahlil mengaku, pihaknya telah merancang sejumlah strategi untuk bisa mendorong industri di Papua. Salah satu­nya, industri yang dibangun disesuaikan dengan sumber daya alam yang tersedia. Mu­lai dari bahan tambang, kayu, perkebunan hingga produk perikanan.

“Seperti Freeport, saya sudah komunikasi dengan BUMN MIND ID, dengan Menteri BUMN, untuk satu smelter Freeport itu dibangun di Papua,” katanya.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, RI Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Bahlil juga mendorong pembangunan pabrik pupuk di Bintuni, dengan meman­faatkan pasokan gas dari Teluk Bintuni, Papua Barat.
 Selanjutnya