Dark/Light Mode

Co-Firing PLTU Ropa Manfaatkan Sampah Biomassa Dari Desa Keliwumbu

Kamis, 24 Juni 2021 18:26 WIB
Pelet dari hasil olahan sampah biomassa. (Dok. PLN)
Pelet dari hasil olahan sampah biomassa. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada yang berubah dalam kehidupan warga Desa Keliwumbu, Kecamatan Morolole Kabupaten Ende. Bila sebelumnya warga memakai minyak tanah atau kayu bakar untuk memasak, kini mereka mulai memakai pelet dari hasil olahan sampah biomassa.

Mereka senang berkat memakai pelet kini memasak jauh lebih hemat. Dengan memakai pelet, dapat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi emisi karbon.

Tak hanya itu, pelet dari Desa Keliwumbu juga telah dimanfaatkan untuk _co-firing_ atau pencampuran biomassa dengan batu bara untuk bahan bakar di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ropa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Desa Keliwumbu.

Baca juga : 31 Perusahaan Taiwan Siap Bangun Bisnis Di Indonesia

Stefanus Retang, salah satu anggota pengolahan sampah Desa Keliwumbu, begitu semangat bercerita tentang hadirnya pengolahan sampah di desanya.

“Sejak Desember 2020 di desa saya telah dibangun tempat pengolahan sampah. Saya dan teman-teman sangat antusias membantu tim PLN untuk segera membangun pengolahan sampah,” katanya.

Bagi Stefanus kehadiran pengolahan sampah benar-benar membawa angin segar yang sangat dibutuhkan warga. Pengolahan sampah menjadi solusi paling jitu mengatasi krisis energi di desanya.

Baca juga : Genjot Aktivitas Warga, PLN Resmikan 20 Listrik Desa Di Kalimantan

Selama ini, jelas Stefanus, warga desa Keliwumbu memakai banyak kayu bakar dan minyak tanah untuk memasak.

“Harga minyak tanah di sini itu lumayan mahal. Kami mesti membeli satu jerigen isi 5 liter itu Rp 35.000 (Rp 7.000 per liter) dan setiap bulannya kami bisa menghabiskan biaya Rp 200 ribu– Rp 700 ribu. Malah, bila sedang langka harganya bisa mencapai Rp 10 ribu per liter. Sejak memakai pelet jadi jauh lebih hemat,” jelasnya.

Sejak PLN hadir di desanya, Stefanus dan 7 rekannya menjadi pengelola pengolahan sampah diberikan pelatihan untuk pembuatan pelet dengan memanfaatkan sampah biomassa.

Baca juga : Wings Group Indonesia, Kenalkan Sabun Perawatan Diri Ala Korea

Di antaranya sampah rumah tangga dan rumput yang memang melimpah di wilayahnya.

Stefanus menjelaskan, kontur daerahnya merupakan savana ladang rumput. Jadi bila rumput diambil, maka seminggu berikutnya sudah tumbuh lebat.

"Jadi kami tidak akan kekurangan materi sampah untuk dijadikan pelet," katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.