Dewan Pers

Dark/Light Mode

Covid-19 Ngamuk Lagi, Rupiah Butuh Suntikan Vaksin

Senin, 19 Juli 2021 09:52 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka pada zona merah. Rupiah melemah 0,13 persen ke level Rp 14.516 per dolar AS dibandingkan perdagangan Jumat di level Rp 14.498 per dolar AS.

Tak berbeda nasih dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,17 persen, won Korea Selatan turun 0,54 persen, ringgit Malaysia turun 0,19 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, peso Filipina minus 0,37 persen dan yuan China turun 0,02 persen.

Berita Terkait : Covid-19 Mengganas, PUPR Siapkan 16 RS Darurat Tambahan

Indeks dolar AS yang mengukur enam mata uang saingannya menguat 0,05 persen ke 92,73. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro dibuka menguat 0,4 persen di level Rp 17.123, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,10 persen ke level Rp 19.953, dan terhadap dolar Australia juga naik sebesar 0,27 persen ke level Rp 10.704.

Menurut Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, saat ini kekhawatiran akan kasus Covid-19 secara global kembali meningkat. “Ini membuat investor meninggalkan mata uang berisiko dan beralih ke safe haven likuid seperti dolar AS,” katanya, Senin (19/7).

Berita Terkait : Lawan Covid-19, Banteng Jakarta Timur Gelar Vaksinasi

Dari luar negeri, dolar AS berpotensi menguat didorong perbaikan sejumlah data ekonomi di Negeri Paman Sam. Salah satunya terkait penjualan ritel periode Juni 2021.

Ia mengatakan, sektor konsumsi di AS yang menjadi bagian terbesar PDB AS ditambah kenaikan inflasi yang melebihi target, akan membuat peluang pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS dalam waktu dekat.

Berita Terkait : Sembuh Dari Covid-19, Begini Kisah Nurul Ghufron

Namun, ia memproyeksi rupiah berpotensi melemah dan diperdagangkan pada rentang Rp 14.440-14.540 per dolar AS. [DWI]