Dark/Light Mode

Bos Kadin Usul Mall Dibuka Lagi Dengan Syarat Ketat

Pekerja Dan Pengunjung Harus Sudah Divaksin

Senin, 26 Juli 2021 05:30 WIB
Sejumlah pengunjung berjalan di salah satu Mal di Jakarta, Senin (5/7/2021). (Foto : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras).
Sejumlah pengunjung berjalan di salah satu Mal di Jakarta, Senin (5/7/2021). (Foto : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan agar mall kembali dibuka. Syaratnya, pekerja dan pengunjung mall sudah divaksin. Kebijakan ini perlu diambil untuk memulihkan bisnis ritel.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, aktivitas ekonomi harus bisa berjalan meski pandemi belum usai. Di­harapkannya, Pemerintah mem­berikan kelonggaran terhadap perusahaan yang telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Contohnya, jika semua peker­ja di mall sudah divaksinasi. Dan semua yang masuk (pengunjung) sudah divaksin, mungkin sudah boleh buka. Karena kalau tidak, mall tidak bisa beroperasi,” kata Arsjad, dalam konferensi persnya di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Warga Eropa Dan Australia Demo Tolak Prokes Ketat

Arsjad mengungkapkan, saat ini kondisi mall dan ritel cu­kup memprihatinkan. Untuk itu, pihaknya ingin mall dibuka agar roda ekonomi tetap berjalan namun dengan menerapkan pro­tokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, jika Pemerintah tidak mengambil langkah yang te­pat, Covid-19 akan berdampak ke­pada sektor ekonomi dan sosial.

Selain mall, ia mengusulkan, perusahaan yang berorientasi ekspor diizinkan untuk berop­erasi. Itu pun dengan syarat vaksinasi dan penerapa protokol kesehatan. Harapannya, dengan adanya pelonggaran ini, maka roda ekonomi bisa kembali di­jalankan.

Berita Terkait : Mahfud: Sekarang Rakyat Taat Prokes Dan Rebutan Vaksin

“Supaya bersamaan roda ekonomi berjalan dan mencegah dampak sosial yang tidak kita inginkan. Jadi di sinilah upaya kami, tidak hanya memikirkan masalah ekonomi, tapi memikir­kan bagaimana perang melawan pandemi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pengusaha sudah menjalankan tanggung jawab melawan pandemi sejak tahun lalu.

“Kami merasa ini perang, dan pengusaha juga mesti jadi pejuang ikut bersama TNI/Polri, masyarakat. Kita semuanya bersama-sama berjuang mela­wan pandemi,” ujarnya.
 Selanjutnya