Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ia menjelaskan, hilirisasi industri unggas amat dibutuhkan ketika kemampuan produksi unggas dalam negeri sudah mencapai surplus seperti yang terjadi saat ini. Situasi surplus itu lantas membuat harga jatuh, terutama di tingkat para peternak ayam broiler.
Menurut Harry, ketika produksi berlebih dan harga turun, ia lebih melihat, pihaknya mampu memproduksi ayam karena suplainya tinggi. “Berarti, isunya saat ini ada di hilir, bukan menyalahkan produksinya,” tegasnya.
Baca juga : Lindungi Peternak, Kementan Upayakan Stabilisasi Perunggasan Nasional
Sehingga ke depannya yang menjadi pekerjaan rumah, yakni kegiatan hilirisasi industri unggas agar semua hasil produksi dapat terserap secara optimal. Untuk itu, Berdikari berkomitmen bersama pemerintah untuk mencari jalan keluar memperkuat hilirisasi industri ayam. “Ini yang sedang kami siapkan bersama BUMN lainnya,” kata Harry.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, harga DOC final stock broiler di minggu ketiga bulan Juli 2021 turun 20 persen dibandingkan bulan lalu, atau berkisar Rp 5.225 per kilogram. Sementara harga pakan ayam broiler minggu ketiga bulan ini naik berkisar di Rp 8.025 per kilogram.
Baca juga : RI Komitmen Kendalikan DanĀ Stabilisasi Suhu Bumi
Harga ini berada 10,7 persen di atas harga pakan penyusun struktur harga acuan. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai upaya agar peternak ini bisa tetap melanjutkan usahanya.
Oke berharap, dengan adanya penugasan BUMN seperti Berdikari, para peternak rakyat bisa membeli DOC dengan harga yang tetap tanpa ada fluktuasi, untuk bisa menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) ayam broiler.
Sebab selama ini, para peternak rakyat membeli DOC kepada industri perunggasan besar dengan harga yang sudah ditentukan oleh perusahaan tersebut. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya