Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bos Kowani Ingatkan Pentingnya Ketahanan Keluarga Di Masa Pendemi

Senin, 9 Agustus 2021 06:33 WIB
Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo. (Foto: ist)
Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto mengatakan, besarnya beban keluarga pada masa pandemi Covid-19 ini.

Begitu kata Giwo saat menjadi narasumber dalam Webinar Edukasi Kesehatan Lansia Lintas Generasi 'Lansia Berdaya Mendukung Tumbuh Kembang Anak', Minggu (8/8).

Menurut dia, semua anggota punya peran penting menjaga ketahanan keluarga, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Giwo mengatakan, ketahanan keluarga ada beberapa faktor, di antaranya kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, mental spiritual dan kemandirian keluarga.

Berita Terkait : BGR Logistics Salurkan Bantuan Penanganan Covid-19 Ke Pemprov DKI

"Jadi bukan hanya figur orang tua tapi eyang-nya punya peranan penting dalam keluarga menjaga. Walaupun cucu kita tak berada di rumah misalnya cucu kita sakit perasaan kita bagaimana? Jadi peran semua anggota keluarga sangat penting hidup berdampingan di masa pandemi," kata Giwo.

Lebih lanjut, Giwo menambahkan, lansia dan cucu adalah kelompok paling rentan dalam keluarga. "Menurut data BPS, 55,62 persen keluarga yang memiliki lansia lebih menampakan gejala stres. 41,82 persen merasa putus asa dengan masa depan," katanya.

Giwo juga menyampaikan, peran lansia dalam keluarga, diantaranya memberikan motivasi, menjadi panutan atau teladan, teman bermain, guru yang baik hingga menggantikan peran orang tua untuk sementara.

Berita Terkait : Kolaborasi KAMI dan Disney Raya Collections Bikin Keluarga Betah di Rumah

Untuk karena itu, Giwo menjelaskan lansia harus menjadi contoh yang baik. Seorang nenek misalnya, harus menjadi sosok yang cerdas kodrati, cerdas sosial dan cerdas profesi.

"Nenek cerdas adalah wanita yang memiliki fisik, psikis, mental sosial dan spiritual yang mampu memperkuat kualitas dan ketahanan keluarganya untuk hidup sehat," kata Giwo.

Hasilnya kata Giwo, seorang nenek yang cerdas diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin terlebih dalam masa adat kegiatan baru. Lansia sangat peka dengan kesehatan, begitu juga dengan cucunya.

Berita Terkait : Ekonomi Tumbuh 7 Persen, DPR Ingatkan Pemerintah Tetap Waspada

"Lansia cerdas yang punya kemampuan fisik sehat psikis kuat, jangan mudah emosi selalu sabar. Kalau ada pembicaraan atau anak bicara diskusi enggak boleh potong, dengarkan dulu, makin tua makin jadi pendegar yang baik," katanya.

"Bahwa kita menjaga komitmen agar anak dan cucu selalu sehat tetap ceria," tambah Giwo. [DIT]