Dark/Light Mode

CEO SOGO Indonesia buka-bukaan

April 2020, Kita Nangis Bombay

Kamis, 12 Agustus 2021 07:30 WIB
CEO SOGO Indonesia, Handaka Sentosa dalam Fokus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Rabu (11/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)
CEO SOGO Indonesia, Handaka Sentosa dalam Fokus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Rabu (11/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)

 Sebelumnya 
“Malahan dulu adalagi minimum pemakaian listrik. Toko tutup pun tetap ada minimum charge. Aduh, benar-benar pusing,” curhatnya, geleng-geleng kepala.

Pemerintah sih, katanya sudah berjanji akan menghilangkan aturan minimum charge ini. Khususnya di saat-saat kebijakan penutupan mal. Syukur-syukur, sambungnya kalau dapat diskon tarif listrik.

Tapi di sisi lain, ia mengapresiasi adanya bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah untuk karyawan yang gajinya di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Lalu juga ada kebijakan penghapusan pajak pertambahan nilai atau PPN sewa toko.

Baca juga : Senayan Puji Kinerja Airlangga Cs

Namun, pihaknya juga masih berharap pajak penghasilan atau PPh Final sewa juga dibebaskan di kondisi saat ini. “Selain 10 persen PPN yang kita setor ke pemerintah juga ada PPh. Jadi setiap kali transaksi sewa menyewa, 20 persen itu masuk ke pemerintah,” imbuhnya.

Soal vaksin juga dibahas oleh Handaka. Sejak pusat perbelanjaan kembali dibuka, dengan kapasitas 25 persen sudah harus didampingi oleh adanya fasilitas vaksinasi. Sehingga yang belum divaksin, langsung bisa divaksin di mall.

Karena itu, mall masih melarang pengunjung anak-anak di bawah 12 tahun atau lansia di atas 70 tahun, kecuali sudah dibolehkan dan divaksinasi.

Baca juga : BRI Life Investigasi Kasus Dugaan Kebocoran Data Nasabah

“Kami juga berjaga-jaga, karena kartu vaksin juga bisa palsu. Maka di sini kita bisa menggunakan QR Code,” tandasnya.

Nantinya, setiap pengunjung akan di-scan barcode yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan lewat aplikasi PeduliLindungi. Selain untuk mendeteksi pengunjung sudah divaksin atau belum, aplikasi ini juga akan berguna untuk proses tracing pengunjung jika terpapar Corona.

Data terakhir, sebut Handaka, sudah sekitar 95 persen anak buahnya divaksin. Bahkan di beberapa lokasi sudah ada yang 100 persen. “Cuma karena ada beberapa yang memang Komorbid, dan ada yang baru hamil,” pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.