Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Didik juga menekankan adanya lima tantangan krusial yang harus dibahas dalam Sekdem angkatan III ini. Pertama, kapasitas kemampuan kepemimpinan di saat krisis, seperti halnya kondisi Covid-19 yang tengah kita hadapi bersama. Momentum krisis yang serba tidak menentu tentu saja menjadi tantangan yang penting bagi generasi mendatang. Kedua, kerapuhan APBN karena besarnya hutang negara.
Ketiga, ketergantungan terhadap China. Keempat, income Indonesia jatuh ke level menengah-bawah. Implikasinya, meningkatnya kelompok masyarakat miskin yang rentan secara politik. Terakhir, tidak ada lagi politik bebas-aktif. Indonesia terseret-seret ke salah satu sudut negara dan cenderung tidak independen.
Baca juga : Gugatan Kubu AHY Soal KLB Demokrat Ditolak Pengadilan
Budi Setiyono pun memperkuat argumentasi dari Didik tadi. Wakil Rektor I Universitas Diponegoro ini menegaskan pentingnya demokrasi sebagai jalan untuk mencapai tujuan serta cita-cita negara. Dengan demokrasi, masyarakat dapat memiliki peranan dalam menyusun kebijakan dan program pemerintah. Akan tetapi, demokrasi tentu saja merupakan satu sistem yang mahal. Sehingga untuk bisa mengoperasikan sistem tersebut, kita harus memenuhi banyak syarat.
Karena itu, kompetensi dan kapasitas menjadi hal yang sangat penting dalam keberlanjutan demokrasi. Bahaya jika demokrasi dibajak oleh instrumen demokrasi itu sendiri, karena dampak negatif-nya akan berpengaruh terhadap masing-masing kita, salah satunya dengan tumbuhnya anarkisme atau kekacauan. Untuk mencegah kemunduran demokrasi itu, Universitas Diponegoro terus membantu dalam pelaksanaan program-program yang bertujuan untuk menyelamatkan demokrasi di Indonesia.
Baca juga : Menaker, Pengusaha Plus Pekerja Deklarasi Menang Lawan Corona
Wijayanto selaku Direktur Sekolah Demokrasi pun menegaskan pentingnya peranan masyarakat sipil. Senada dengan Budi Setiyono, ia menegaskan bahwa pemimpin yang dipilih melalui proses demokrasi hari ini justru membalikkan badan, memunggungi demokrasi itu sendiri.
Penelitian yang dilakukan LP3ES dua tahun belakangan ini, diketahui bahwa masyarakat sipil tergopoh-gopoh untuk melakukan konsolidasi. Oleh karena itu, penguatan masyarakat sipil dan upaya merangkul elemen politik yang progresif menjadi hal yang krusial serta sekaligus menjadi salah satu ruh dari berlangsungnya Sekolah Demokrasi.
Baca juga : Lelaki Berdaster Curi Bus Sekolah, Ditangkap Polisi
Menutup rangkaian sambutan, Direktur Eksekutif LP3ES Fajar Nursaid mempertegas sulitnya mempertahankan demokrasi. Sekolah Demokrasi ini bertujuan untuk menjaga demokrasi tetap dalam rute-nya. Terlebih, partisipasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam keberlangsungan negara. Meski pun tidak bisa menggantikan legacy yang sudah ditorehkan oleh tokoh-tokoh bangsa yang bernaung di bawah LP3ES, tetapi semangat dan nilai-nilainya terus dipertahankan hingga mencapai usia ke-50 tahun. Forum Sekolah Demokrasi ini menjadi ikhtiar untuk membangun demokrasi.
Karena percaya tentang satu siklus 20 tahunan yang dimulai dari kelahiran Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, pergerakan mahasiswa tahun 1965, Reformasi 1998, dan siapa tahu: 2021! Satu generasi yang lebih bercorak kosmopolitan, yang berisi orang-orang Indonesia ataupun bukan, yang berbagi nasib menyaksikan pandemi yang belum tentu 100 tahun sekali terjadi, yang benaknya prihatin memikirkan Indonesia. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya