Dark/Light Mode

Dihantam Pandemi, GTS Internasional Tetap Penuhi Hak Karyawan Dan Siap IPO

Jumat, 20 Agustus 2021 13:51 WIB
Paparan publik GTS Internasional secara virtual. (Foto: Ist)
Paparan publik GTS Internasional secara virtual. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 menghantam dunia usaha. Salah satunya PT GTS Internasional Tbk. Namun, sampai saat ini tetap berusaha mempertahankan karyawan. GTS siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur utama GTS Internasional Kemal Imam Santoso memastikan, tidak ada karyawan yang di-PHK akibat Covid-19 dan tidak ada pengurangan hak karyawan. Bahkan saat pandemi ini, perusahaan siap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di BEI.

"Tentu kami ikut terdampak oleh pandemi Covid-19 tapi kami tidak mengurangi karyawan dan tidak memotong hak karyawan," ujar Kemal Imam dalam paparan publik GTS Internasional, dikutip Jumat (20/8).

Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi gas alam dan buatan ini memanfaatkan situasi pandemi untuk menguatkan kualitas karyawan. Perkembangan zaman menurutnya perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). "Kami berinvestasi untuk menyiapkan SDM untuk menghadapi era baru," tegasnya.

Baca juga : KPK Ajukan Banding Atas Vonis Eks Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah

Sedangkan rencana masuk ke pasar saham dilakukan dengan harapan bisa memperkuat permodalan bagi GTS Internasional.

"Tujuan IPO untuk melakukan pengembangan dan kemampuan modal kerja perusahaan. Kami juga ingin meningkatkan kapabilitas dan kapasitas," akunya.

Dalam IPO perusahaan menargetkan bisa menghimpun dana sekitar Rp 429 miliar. Perusahaan berencana membangun permanen Floating Storage Regacification Unit (FRSU) untuk Sulawesi Utara. Pembangunan FRSU tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara yang memberikan penghematan yang cukup siginifikan kepada PLN Sulawesi Utara.

"Untuk mendanai akuisisi tersebut, perseroan berencana menghimpun dana antara Rp 286 miliar hingga Rp 429 miliar melalui IPO dengan menjual 2,86 miliar saham baru," ujar Kemal.

Baca juga : Di Masa Pandemi, Sreeya Indonesia Tetap Catat Pertumbuhan Positif

Saham bernilai nominal Rp 50 per saham tersebut jumlahnya setara dengan 17,6 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Harga penawaran awal di kisaran Rp 100 per saham hingga Rp 150 per saham. Perseroan juga bermaksud mencatatkan seluruh saham atas nama pemegang saham sebelum perusahaan go public sebanyak 13,42 miliar saham. Sehingga total saham yang dicatatkan perseroan mencapai 16,28 miliar saham.

Setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, dana hasil penjualan saham tersebut akan digunakan antara lain sekitar 64 persen atau setara dengan 19,2 juta dolar AS untuk pinjaman kepada PT Anoa Sulawesi Regas (Anoa), dengan perkiraan suku bunga 7 persen per tahun. Jangka waktu pinjaman delapan tahun serta grace period dua tahun.

Pinjaman tersebut akan digunakan Anoa untuk membangun permanen FRSU, yang direncanakan akan dimulai pada kuartal IV 2021. Jika dana tersebut sudah dibayarkan kembali kepada perseroan, maka perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha di masa depan.

Perkiraan masa penawaran awal saham perseroan dijadwalkan akan berlangsung pada 19 Agustus hingga 25 Agustus 2021, dengan perkiraan tanggal efektif pada 31 Agustus 2021, sehingga perkiraan penawaran umum akan berlangsung tanggal 2 hingga 6 September 2021 dan tanggal penjatahan pada 6 September.

Baca juga : Buruh Minta Pemerintah Tak Tebang Pilih Penegakan Hukum Selama PPKM

Sedangkan perkiraan penjatahan saham dan distribusi secara elektronik pada 7 September, kemudian pencatatan perdana saham atau listing diperkirakan pada 8 September 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham perseroan adalah RHB Sekuritas Indonesia, PT Mirae Sekuritas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas Indonesia. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.