Dark/Light Mode

Ekspor 327 Ribu Metrik Ton Amoniak, PKT Kantongi 1,7 T

Jumat, 20 Agustus 2021 16:51 WIB
Pupuk Kalimantan Timur. (Foto: ist)
Pupuk Kalimantan Timur. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) alias Pupuk Kaltim mengekspor 327.541 Metrik Ton (MT) Amoniak ke berbagai negara sepanjang semester I-2021. Nilai penjualan mencapai Rp 1,79 triliun.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi mengatakan,  saat ini potensi pasar global terbilang besar, baik untuk kawasan Asia maupun Amerika dan Eropa.  Dengan peningkatan ekspor produk pupuk dalam negeri, akan berdampak terhadap peningkatan devisa negara secara signifikan. 

Menurut dia, ekspor Amoniak ini merupakan upaya PKT untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Ekspor kami laksanakan setelah kebutuhan di dalam negeri telah terpenuhi, baik untuk sektor subsidi maupun non subsidi, terutama di wilayah - wilayah yang menjadi tanggung jawab perusahaan,” terang Rahmad.

Baca juga : Pupuk Kaltim Ekspor Lebih dari 327 Ribu Metrik Ton Amoniak

Diketahui, kegiatan ekspor Amoniak pada semester I-2021 ini, selain menggunakan metode Free on Board (FoB), juga menggunakan metode Cost, Insurance and Freight (CIF), dengan mengirim Amoniak sejumlah 5.250 MT menggunakan kapal armada milik PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Metode CIF ini dipilih oleh PKT guna mengoptimalkan sinergi antar kedua anak usaha Pupuk Indonesia tersebut. Adapun selama periode paruh pertama 2021, negara tujuan ekspor Amoniak PKT adalah Australia, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam, China, Jepang dan Singapura. 

Di industri petrokimia, senyawa Amoniak dikenal sebagai  gas dengan bau yang khas. Dalam kehidupan sehari-hari, Amoniak memiliki beberapa kegunaan sebagai bahan baku, baik untuk kegunaan industri maupun rumah tangga, seperti bahan bakar maritim, obat obatan, bahan pembuatan amonium klorida pada baterai, asam nitrat, zat pendingin, kertas plastik dan detergen. 

Baca juga : BKIPM Ekspor 11 Ribu Ton Produk Perikanan, Dilepas Menteri Dan Dipuji DPR

Yang tak kalah penting, kata dia, hampir 80 persen penggunaan gas Amoniak dari industri dunia adalah untuk bahan dasar pembuatan pupuk Urea.

Capaian perusahaan ini juga selaras dengan tema utama HUT Republik Indonesia tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Dalam hal ini, Tangguh karena PKT sebagai BUMN masih mampu untuk memanfaatkan momentum perkembangan pasar baik domestik, bahkan hingga pasar internasional. Tumbuh, karena perusahaan mampu terus tumbuh dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi negara melalui kegiatan ekspor kali ini. 

“Kami mengapresiasi kerja keras dari seluruh karyawan dan berbagai pihak yang mendukung kinerja perusahaan. Bertepatan dengan momen perayaan kemerdekaan, capaian ekspor Amoniak di semester satu tahun ini turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi perusahaan,” tutup Rahmad.

Baca juga : PLN, Kasih Insentif Dong

Adapun produksi Amoniak mencapai 2.82 juta ton sepanjang 2020, atau meningkat 3.89 persen dibanding jumlah produksi 2019. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.