Dewan Pers

Dark/Light Mode

Walau Yakin Ekonomi Tahun Ini Membaik

Bos Himbara Kompak Antisipasi Risiko Tinggi

Sabtu, 4 September 2021 06:44 WIB
Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam konferensi pers Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021, Kamis, 2 September 2021. (Foto: Istimewa).
Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam konferensi pers Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021, Kamis, 2 September 2021. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pentolan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) meyakini ekonomi nasional ke depan akan membaik. Namun, bank pelat merah itu memastikan tetap ekstra hati-hati, menyiapkan bantalan yang kuat untuk mengantisipasi risiko tinggi.

Ketua Himbara Sunarso ber­syukur, kinerja bank pelat merah tetap tumbuh walau pandemi Covid-19 belum berakhir. Total laba diraih BRI, Mandiri, BNI dan BTN mencapai Rp 29,9 triliun atau naik 18,4 persen hingga Juni 2021. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari pengalaman menghadapi krisis pada 1997-1998. Sehingga risk management perbankan di Tanah Air lebih sigap mengha­dapi pandemi.

“Itu terbukti dengan policy response Himbara yang sudah rela­tif tepat,” ungkap Sunarso dalam konferensi pers Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021 secara virtual, Kamis malam (2/9).

Berita Terkait : Kapolri Bagikan Sembako Hingga Sosialisasi Aplikasi PeduliLindungi

Sunarso mengakui, kondisi saat ini serba tak pasti. Merespons kondisi itu, balance sheet Him­bara prudent. Cadangan untuk antisipasi risiko keuangan relatif baik dan sangat hati-hati.

“Di mana pada Juni 2021, laba empat bank BUMN (Badan Usa­ha Milik Negara) ini malah naik 18,4 persen atau setara Rp 29,9 triliun,” terang Sunarso, yang juga Direktur Utama BRI ini.

Sedangkan dari sisi aset, pa­parnya, aset Himbara tumbuh 77 persen atau mencapai Rp 3.904 triliun. Aset disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp 2.555 triliun. Pertumbuhan kredit juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait : Bantu Pulihkan Ekonomi, Parfum Inoku Ajak Masyarakat Wirausaha Mandiri

Mantan bos Pegadaian ini ber­terima kasih kepada Pemerintah atas stimulus yang dipercayakan kepada Himbara, dalam meng­gerakkan ekonomi. “Himbara ada di belakang pemerintah. Bis­nisnya follow the stimulus, yakni berupa perlindungan sosial, bantuan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), alokasi PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang di 2021 mencapai Rp 744,6 triliun,” katanya.

Sunarso mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan Himbara agar mampu mencatat pertumbuhan di semester II-2021, yakni dengan memperkuat pencadangan. Ditegaskannya, porsi pencadangan yang besar bukan karena Bank BUMN mau memupuk laba besar. Melainkan demi menjadi prudential bank dalam mengelola dana nasabah.

“Kalau tidak ada pencadangan, tiba-tiba risiko jauh lebih tinggi, maka bank tak punya bantalan. Akhirnya bank bisa hancur,” katanya.

Berita Terkait : Agar Ekonomi On The Track, Ini Rekomendasi Banggar DPR

Dalam laporan kinerjanya pada bulan lalu, BRI menyiapkan pencadangan atau Non performing Loan (NPL) coverage di kisaran 254,84 persen. Pencadangan ini mampu menu­tupi 2,5 kali dari jumlah NPL.

Dalam kesempatan sama, Di­rektur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junai­di menambahkan, kinerja positif Himbara di semester I-2021 tak hanya dari rasio keuangan, tapi juga kualitas aset. Likuiditas Himbara dijaga untuk mendu­kung demand yang muncul di sektor yang sudah pulih.

“Di Bank Mandiri, high risk hampir sama 2-2,5 persen di awal. Bahkan sempat naik ke 7-11 persen. Karenanya, kebi­jakan yang dibuat harus forward looking. Jika risiko tak dikelola, tidak dapat meraih kinerja baik,” tegas Darmawan.
 Selanjutnya