Dark/Light Mode

Walau Yakin Ekonomi Tahun Ini Membaik

Bos Himbara Kompak Antisipasi Risiko Tinggi

Sabtu, 4 September 2021 06:44 WIB
Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam konferensi pers Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021, Kamis, 2 September 2021. (Foto: Istimewa).
Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam konferensi pers Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021, Kamis, 2 September 2021. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Bank & Nasabah Sehat

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar menilai positif perpanjangan restruk­turisasi hingga Maret 2023 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan otoritas agar memastikan nasa­bah dan bank sama-sama sehat.

“Cadangan diperkuat, bahkan diimbau bank tidak boleh bayar dividen jika cadangan tak cukup. Bank ke depan harus sehat,” tandas Royke.

Baca juga : Kapolri Bagikan Sembako Hingga Sosialisasi Aplikasi PeduliLindungi

Royke menyebutkan, pihaknya melakukan pencadangan untuk mengantisipasi risiko Non Performing Loan (NPL) men­capai 215,3 persen pada paruh pertama tahun ini, atau naik dari sebelumnya 214,1 persen.

Setali tiga uang, Direktur Uta­ma PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo bilang, relaksasi yang lebih panjang diberikan demi menyelamatkan nasabah dan bank.

“Di sektor perumahan, selain memperpanjang restrukturisasi, juga menjadi support perumahan dalam menurunkan risiko Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk melaku­kan pembelian rumah,” terangnya.

Baca juga : Bantu Pulihkan Ekonomi, Parfum Inoku Ajak Masyarakat Wirausaha Mandiri

Himbara telah melakukan restrukturisasi dengan outstanding di Juni 2021 hingga Rp 403,99 triliun untuk 3,3 juta nasabah. Dengan porsi terbesar 64,53 persen diberikan kepada UMKM dan sisanya 35,47 persen ke seg­men wholesales.

Direktur Riset Center of Re­form on Economics (CORE) Piter Abdullah mengamini kinerja keuangan di kuartal II-2021 menunjukkan perbaikan. Fungsi intermediasi perbankan mulai pu­lih. Hal tersebut terlihat dari kredit perbankan terutama didorong oleh bank BUMN di atas 5 persen.

“Perbaikan nampaknya akan berlanjut pada semester II-2021. Dengan rata-rata kredit perbankan diperkirakan tumbuh 5 sampai 6 persen hingga akhir 2021,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Agar Ekonomi On The Track, Ini Rekomendasi Banggar DPR

Meski begitu, lanjut Piter, hal tersebut sangat bergantung pada bagaimana dampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat). Selain itu, tergantung percepatan vaksinasi.

Piter berharap, di masa pemu­lihan, industri menjaga kualitas asset serta mempercepat penetrasi layanan digital. Serta, memperluas pembiayaan ke sektor-sektor yang memang tengah pulih. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.