Dark/Light Mode

Pendiri Jababeka Kasih Wejangan Ke Maba President University

Minggu, 5 September 2021 00:11 WIB
Pendiri Grup Jababeka SD Darmono (berdiri). (Foto: Ist)
Pendiri Grup Jababeka SD Darmono (berdiri). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lingkungan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Selain harus memiliki karakter yang kuat, penting bagi mahasiswa untuk segera menjadi manusia yang mandiri. 

Jadi, mereka tidak lagi tergantung pada orang tua. Maka, sambil kuliah, mahasiswa jangan sungkan-sungkan untuk segera mencari pekerjaan agar bisa lekas mandiri.

Demikian ditegaskan oleh SD Darmono, pendiri Grup Jababeka dan sekaligus pendiri President University (PresUniv), kepada seluruh mahasiswa baru angkatan 2021 dalam acara Founder’s Talk, Jumat (3/9). 

Founder’s Talk yang diselenggarakan secara tatap muka di pusat kuliner Holywood Junction, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, itu hanya dihadiri secara terbatas oleh 31 mahasiswa baru yang datang dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Sementara, ribuan mahasiswa lainnya hadir secara daring.

Founder’s Talks tersebut sekaligus menjadi bagian dari program penyambutan mahasiswa baru yang kali ini mengusung tema We Prepare Your Career from Day 1. 

Berita Terkait : Jababeka Tebar Beasiswa Buat Penghuni Yang Terdampak Covid

Kuliah umum pada Jumat pagi itu diawali dengan sambutan pembuka oleh Prof. Budi Susilo Soepandji, mantan Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) periode 2011-2016 yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden. 

Prof. Budi menyampaikan sambutannya dengan terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut dia, Pesan Kapolri bagi seluruh mahasiswa baru membawa atmosfer baru yang lebih segar bagi lingkungan dan kehidupan mahasiswa PresUniv. 

“Apalagi dalam pesan-pesannya, Kapolri menyinggung soal cinta Tanah Air dan kerukunan. Ini sangat penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Prof. Budi Susilo.

Sementara, dalam acara Founder’s Talk yang dipandu oleh Prof. Jony Haryanto, Darmono, bercerita tentang lingkungan PresUniv, yakni kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. 

Kata dia, di Jababeka ada lebih 2.000 perusahaan nasional dan asing. Perusahaan-perusahaan asing tersebut datang dari 34 negara di dunia. Jadi lingkungan di kawasan industri Jababeka sangat multinasional. Budayanya juga sangat beragam.

Berita Terkait : Kapolri Berikan 6 Pesan Untuk Mahasiswa Baru President University

“Lingkungan semacam ini sangat tepat untuk membentuk karakter mahasiswa agar mereka memiliki wawasan global,” ucap Darmono.

Selain menekankan pentingnya lingkungan dalam pembentukan karakter, Darmono juga mengingatkan mahasiswa agar bisa segera menjadi manusia yang mandiri. “Sambil kuliah, mahasiswa jangan sungkan-sungkan untuk segera mencari pekerjaan. Hasilnya bisa digunakan untuk biaya kuliah dan biaya hidup,” ujarnya.

Darmono ingin agar fenomena pandemi Covid-19 jangan sampai berulang. Semasa pandemi Covid-19, akibat orang tua yang kehilangan pekerjaannya, banyak pula mahasiswa yang putus kuliah. Itu karena mahasiswa tidak punya sumber penghasilan untuk membiayai dirinya sendiri. Maka, penting bagi mahasiswa untuk segera mandiri.

“Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, sekarang kian banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote dan online. Jadi, sambil kuliah, mahasiswa bisa mencari uang,” katanya.

Karakter dan kemandirian adalah dua hal penting yang perlu dimiliki oleh seorang calon pemimpin. Dan, ini sangat sejalan dengan filosofi PresUniv. 

Berita Terkait : President University Kembali Kukuhkan Guru Besar

Darmono lalu bercerita tentang pemilihan nama President University. “Namanya saja Presiden yang artinya pemimpin. Jadi, President University memang didirikan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bagi masa depan Indonesia,” ujarnya. 

Rektor PresUniv Prof. Jony Oktavian Haryanto mengatakan, sejak hari pertama mahasisa baru kuliah, pihaknya sudah persiapkan mahasiswa untuk meniti pilihan karier masa depannya. Apakah ingin menjadi eksekutif profesional, entrepreneur atau akademisi/peneliti. [DIT]