Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung Jawa Tengah, Siyamin, juga mengeluhkan hal yang sama.
"Petani itu, bisa bertahan hidup saja, sudah Alhamdulilah. Tolong pemerintah bangkitkan ekonomi petani," pinta Siyamin.
Baca juga : Industri Hasil Tembakau Harus Merdeka Dari Intervensi Asing
Dia bilang, biasanya awal Agustus sampai Oktober kondisi iklim cukup kering. Namun kenyataannya saat ini hujan terus mengguyur. Harga jual tembakau jadi tidak sesuai harapan. Akibatnya, petani merugi.
"Jika tarif cukai naik, otomatis harga rokok naik, karena pabrikan akan menaikkan harga rokok. Berarti pabrikan akan menekan biaya produksi, ya caranya dengan membeli sedikit saja tembakau dari petani," tuturnya.
Baca juga : Dubes Heri Harap Prestasi Indonesia Di Paralimpiade Bisa Dipertahankan
Dia menyarankan, lebih baik pemerintah fokus pada upaya meningkatkan produktivitas petani tembakau. Misalnya, dengan memberi edukasi mengolah lahan, memberi bantuan pupuk.
Atau, memberi pendampingan cara membuat pupuk yang baik, pembibitan, hingga persiapan pemasaran. Dengan begitu, petani bisa mandiri dan sejahtera.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya