Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kenaikan cukai juga akan mengganggu ekosistem IHT dari sisi tenaga kerja. Padahal, di tengah situasi pandemi dan pemberlakuan PPKM, produktivitas IHT terutama pada sektor padat karya, seperti Sigaret Kretek Tangan (SKT), sedang mengalami kesulitan. Saat ini saja, sudah banyak pekerja yang dirumahkan.
Baca juga : Industri Hasil Tembakau Harus Merdeka Dari Intervensi Asing
Pengamat ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai, langkah pemerintah untuk menaikkan CHT di tengah pandemi sangat kontraproduktif dengan semangat membangkitkan perekonomian yang sedang lesu.
Baca juga : Dubes Heri Harap Prestasi Indonesia Di Paralimpiade Bisa Dipertahankan
IHT memang memberikan kontribusi pendapatan yang menopang keuangan negara. Namun, langkah menaikkan tarif cukai ibarat pisau bermata dua. Kebijakan CHT harus ditimbang matang-matang karena implikasinya sangat besar.
Baca juga : Pertani Bidik Potensi Pendapatan Rp 504 M
Diingatkannya, sebanyak 6 juta orang hidup dari tembakau. "Ini pelan-pelan bisa mematikan sektor hulu dan hilir IHT," tutur Prima. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya