Click Here

Dark/Light Mode

Anak 12 Tahun Boleh Naik KRL Lagi, Ini Syaratnya

Sabtu, 11 September 2021 16:47 WIB
Penumpang KRL. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
Penumpang KRL. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan anak usia 12 tahun kembali menggunakan kereta rel listrik Commuter Line mulai Sabtu (11/9). 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba memastikan untuk naik ke kereta, anak usia 12 tahun harus disertai persyaratan. Misalnya, yang sudah di vaksin pertama. Tapi, untuk yang belum vaksin harus disertai surat keterangan dengan kepentingan kesehatan dan pendidikan. 

“Anak usia 12 tahun sudah boleh. Sementara bagi balita belum diperkenankan untuk naik kereta," katanya di Jakarta, Sabtu (11/9). 

Anne mengatakan, seluruh pengguna KRL diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama atau dengan melakukan scan kode QR di aplikasi PeduliLindungi saat akan naik KRL. 

Berita Terkait : Industri Boleh Beroperasi Penuh, Ini Syaratnya

Dengan aturan baru itu, maka pemberlakuan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat keterangan dari instansi atau perusahaan, maupun dokumen lainnya sudah tidak berlaku lagi. 

Saat pengguna KRL tiba di stasiun, kata Anne, diharapkan sudah mempersiapkan sertifikat vaksin dengan kartu identitas sehingga petugas di lapangan mudah memeriksa. 

Sertifikat vaksin yang ditunjukkan bisa dalam bentuk cetak, digital, maupun melalui scan kode QR dengan aplikasi PeduliLindungi. 

Untuk menghindari potensi kepadatan, ia menyarankan, bepergian di luar jam-jam sibuk. Para pengguna juga dapat membuka aplikasi KRL Access untuk melihat informasi kepadatan di stasiun maupun posisi kereta terkini. 

Berita Terkait : ICW: Harusnya Seumur Hidup!

"Untuk mengantisipasi kepadatan, kami akan tetap membatasi kapasitas masuk stasiun dan KRL. Petugas juga akan melakukan penyekatan apabila kondisi di stasiun maupun di KRL sudah sesuai kuota,” ujarnya. 

Ia menegaskan protokol kesehatan ketat masih berlaku di stasiun. Pengguna harus melalui pengukuran suhu tubuh saat memasuki stasiun. Para pengguna juga wajib menggunakan masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL serta menjaga jarak aman. 

KAI Commuter juga mengimbau masyarakat tetap beraktivitas semaksimal mungkin dari rumah untuk menekan resiko penularan Covid-19. 

Anne mengungkapkan, sejak pemberlakuan sosialisasi wajib vaksin, volume pengguna KRL masih stabil. Tercatat volume pengguna KRL pada 8-9 September, rata-rata adalah 295.778 orang per hari. 

Berita Terkait : Jangan Sampai Tertipu Suntikan Kosong, Ini Tipsnya

Angka ini bertambah sekitar dua persen dibanding Senin-Selasa sebelum masa sosialisasi pemberlakuan wajib vaksin yaitu 289.146 pengguna per hari. 

“Jumlah perjalanan sudah sangat banyak, sebelum pandemi dengan 1,1 juta penumpang kita jalankan 88 kereta. Saat ini kita sudah jalankan 93-94 kereta, walaupun volume penumpang turun sampai 80 persen,” jelasnya. [KPJ]