Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Industri Hasil Tembakau (IHT) mencatatkan kinerja yang gemilang dan berperan penting dalam peningkatan ekonomi negara.
Pada tahun 2020, ekspor produk IHT dapat dipertahankan senilai 864,41 juta dolar AS atau Rp 12 triliun.
Baca juga : Cukai Hasil Tembakau Naik, Petani Sulit Bertahan
Begitu kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, Sabtu (11/9).
Sektor IHT merupakan penyumbang penerimaan negara terbesar melalui cukai hasil tembakau, PPN dan PPh. “Pada tahun 2020, pendapatan cukai hasil tembakau mencapai Rp 170,24 triliun atau berkontribusi 10,4 persen bagi APBN,” ujar Putu, Sabtu (11/9).
Baca juga : Batik Indonesia Hiasi Museum Di Moskow Sebulan Penuh
Di samping itu, IHT mampu menyerap tenaga kerja dari hulu ke hilir dengan jumlah mencapai 2 juta petani tembakau, 1,5 juta petani cengkeh, 600 ribu tenaga pabrik, dan 2 juta tenaga kerja di sektor distribusi dan retail. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya