Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mantapkan Jalan Menuju Swasembada Gula

Erick: Libatkan Tebu Rakyat, Lahan Milik Perhutani

Sabtu, 18 September 2021 16:58 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan perusahaan swasta dan BUMN untuk melibatkan petani, dalam upaya swasembada gula di Tanah Air.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan hasil maksimal, tidak hanya bagi perusahaan swasta maupun BUMN, tetapi juga masyarakat umum.

 

Menteri BUMN Erick Thohir bersama petani tebu saat kunjungan ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9).

 

Hal tersebut ditegaskan Erick dalam kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9).

Berita Terkait : Jika Sopan Dengan Penggemar, Neymar Bakal Diguyur Rp 9 Miliar Per Bulan

Di kabupaten terujung Pulau Jawa tersebut, Erick Thohir meninjau PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara XII di lahan seluas 102,4 hektar di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara XII, PT Industri Gula Glenmore (PT IGG)  telah menunjukkan kinerja bagus. Baik dalam segi produksi, ataupun aplikasi teknologi modern pengolahan gula.

Sehingga, PT IGG diharapkan dapat ikut mendorong terwujudnya swasembada gula konsumsi bagi Indonesia.

Dengan luas seluruh lahan yang dikelola holding perkebunan, Indonesia harus menjadi negara dengan kekuatan industri gula yang solid.

"Dengan produksi gula yang terus meningkat dan juga aplikasi teknologi modern di industri ini, saya harap PT IGG menjadi bagian dari usaha untuk terwujudnya swasembada gula konsumsi," ujar Erick.

Berita Terkait : TaniHub Group Terus Tingkatkan Pelayanan Meski Pandemi

"Ini merupakan bagian dari ketahanan pangan. Apalagi, peta jalan mengenai realisasi swasembada gula konsumsi ke depan sudah ada. Presiden Jokowi  memberikan dukungan. Meski banyak tantangan, tetapi Lillahi Ta’ala kita harus jalankan," imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN didampingi oleh Direktur Utama PTPN III, sebagai Holding Perkebunan dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.  

Meski tetap memerlukan peran swasta, namun sudah saatnya perusahaan BUMN yang bergerak dalam bisnis perkebunan tebu dan gula bergabung dalam satu holding, untuk mewujudkan mimpi lama tersebut.

Saat ini, terdapat 7 anak perusahaan PTPN yang bergerak di industri tebu dan gula, yaitu PTPN VII di Lampung, PTPN IX sampai XII di Jawa Timur, dan PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Erick membeberkan, restrukturisasi yang dilakukan di PTPN XII, telah memberikan hasil maksimal dengan membaiknya keuangan dan memberi keuntungan. Sehingga, untuk menuju swasembada gula konsumsi, diperlukan kolaborasi dengan rakyat dan instansi lain.

Berita Terkait : Menpora Sampaikan Pesan Presiden Ke Rahmat Usai Raih Medali Perunggu

"Saya minta libatkan tebu rakyat, dan lahan milik Perhutani. Sehingga, ada peningkatan lahan produksi dari 45 ribu hektar menjadi 85 ribu. Lalu, secara perlahan, hingga tahun 2024-2025 harus menjadi 250 ribu hektar. Jika hal itu tercapai, maka impian Indonesia menjadi negara pengekspor gula akan terwujud," papar Erick.

Keinginan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, terutama untuk komoditas yang dimiliki dan menjadi kekayaan Indonesia, terus diupayakan oleh Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN.

"Sudah saatnya kita jangan hanya menjadi market saja. Dengan potensi yang kita miliki, gula harus menjadi tulang punggung ekonomi yang penting ke depannya,” tegas Erick. [HES]