Dewan Pers

Dark/Light Mode

Strategi Kader Muda Golkar Tingkatkan Elektabilitas Partai

Kamis, 15 April 2021 10:47 WIB
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Ilham Permana. (Foto: Instagram)
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Ilham Permana. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menjadi krusial bagi partai politik dalam membangun relasi dengan konstituen. Selama 56 tahun berdiri, Partai Golkar mampu menunjukkan eksistensinya melalui berbagai transformasi. Antara lain, memberikan peluang dan kepercayaan bagi kader muda partai untuk berkiprah.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Ilham Permana dalam dialog live di Instagram akun @Golkar2024 yang bertajuk 'Peran Milenial Partai Golkar Dalam Membangun Elektabilitas Partai'.

Ilham menyebut Partai Golkar memiliki strategi khusus untuk meraih suara anak muda di pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

"Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto, Partai Golkar memang bertekad melahirkan semakin banyak kader muda calon pemimpin yang kompeten. Antara lain melalui organisasi AMPG," ujar Ilham.

Berita Terkait : Hasil Survei KedaiKOPI, Elektabilitas Prabowo Tertinggi

Dia menegaskan, kehadiran anak muda di dalam tubuh partai buka sekadar rekayasa untuk kepentingan politik sesaat, tetapi memang sungguh-sungguh berdasarkan kebutuhan dan kemaslahatan bangsa.

"Bangsa yang besar dan maju harus mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang bukan karbitan," tuturnya.

Saat ini, peran anak muda di partai semakin diarahkan untuk aktif berperan mendorong agenda politik program dan program sosial ekonomi.

“Dengan terpilihnya sejumlah kepala daerah usia muda yang diusung Partai Golkar pada Pileg 2020 lalu, menunjukkan bahwa partai sangat serius memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkontestasi dalam panggung politik," tambah Ilham. 

Berita Terkait : Generasi Muda FKPPI Dorong Peningkatan IPP Jabar Untuk Pemuda Juara

Menurut dia, partai politik yang sehat, transparan, dan suportif untuk perkembangan anak muda, akan menjadi daya tarik bagi pemilih milenial memberikan hak suaranya. Ke depan, kata dia, AMPG turut memberikan wadah kreatif dan juga pelatihan, serta pendidikan politik dasar bagi calon pemilih pemula.

"Juga memberikan pelatihan kaum milenial yang bercita-cita menjadi pemimpin melalui Golkar Institute. Serta membuka ruang diskusi yang produktif untuk membahas isu strategis di daerah maupun nasional," bebernya. 

Sementara Direktur Eksekutif Poldata Fajar Arif Budiman menyatakan, Golkar telah beradaptasi dan melewati fase disrupsi, khususnya dengan memberikan peluang bagi anak muda untuk berkontestasi dalam pemilihan legislatif maupun eksekutif.

Dia bilang, meskipun Partai Golkar belum serta merta dianggap sebagai partai anak muda karena masih banyak kaum elite tua dan lama yang bertahan, namun yang menarik bagi pemilih pemula adalah bagaimana Golkar memformulasikan dengan sebaik-baiknya pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki oleh generasi sepuh dengan semangat yang dimiliki oleh generasi muda.

Berita Terkait : PT PP Susun Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi Di 2021

"Saya pikir kekuatan institusionalisasi politik secara harmoni ini yang jarang dimiliki oleh partai lainnya," ungkap Fajar.

Modal sosial ini, kata Fajar, harus dimanfaatkan oleh partai beringin untuk semakin meningkatkan suara pemilih milenial melalui berbagai program pendukungnya.

"Saat ini anak muda hanya ingin merit system yang adil sehingga mereka tahu apa yang harus dibangun, alat ukur yang jelas. Dan mereka bisa mendapatkan peluang untuk menjadi pemimpin di tingkat legislatif maupun eksekutif," tutupnya. [TIF]