Dark/Light Mode

Hasil Penelitian UI

Mikroplastik Hanya Ditemukan Di Galon Sekali Pakai PET

Selasa, 28 September 2021 18:21 WIB
Penelitian galon sekali pakai. (Foto: Ist)
Penelitian galon sekali pakai. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peneliti sekaligus dosen di Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Dr. rer. nat. Agustino Zulys, MSc mengatakan, pihaknya hanya melakukan penelitian yang mengungkapkan adanya kandungan mikroplastik di kemasan galon sekali pakai berbahan PET.

Mereka tidak pernah melakukan penelitian atau memberikan pernyataan tentang keberadaan mikroplastik pada galon guna ulang kemasan Polikarbinat (PC).

"Penelitian yang baru-baru ini kami lakukan kan pada kemasan galon sekali pakai berbahan PET. Hasil penelitian kami menunjukkan secara kuantitatif dan kualitatif ada mikroplastik di air kemasannya," ujar Agustino, Selasa (28/9).

Baca juga : Mulai Oktober, PeduliLindungi Bisa Diakses Di Aplikasi Lain

Kepala Laboratorium Kimia UI itu mengatakan, penelitian yang dilakukan UI bersama Greenpeace itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kemasan galon guna ulang berbahan Polikarbinat (PC).

“Penelitian kita sama sekali tidak ada kaitannya dengan galon guna ulang berbahan polikarbonat,” tegasnya.

Agustino pun membantah dirinya pernah menyatakan bahwa kandungan mikroplastik dalam galon guna ulang lebih berbahaya dari kemasan plastik lainnya. Termasuk, galon sekali pakai.

Baca juga : UI-Greenpeace: Uji Lab Temukan Mikroplastik Di Air Galon PET Sekali Pakai

"Saya hanya mengatakan bahwa kalau di galon sekali pakai saja ada, kemungkinan pada galon isi ulang juga ada. Tapi itu kan belum ada penelitiannya di laboratorium. Jadi masih praduga saja," ucap Agustino, mengklarifikasi.

Dia pun menyayangkan pernyataannya dipelintir oleh pihak-pihak tertentu. "Data yang kita sampaikan itu kan soal kandungan mikroplastik pada galon sekali pakai, bukan pada kemasan plastik yang lain. Jadi, saya heran kalau sampai ada yang memberitakan soal kemasan plastik yang lain," sesalnya.

Menurutnya berbahaya tidaknya kandungan mikroplastik yang ada dalam air kemasan juga belum diteliti.

Baca juga : Gus Halim Ingatkan RPJMDes Harus Sesuai SDGs Desa

"Jadi, bagaimana mungkin saya mengatakan bahwa kandungan mikroplastik dalam galon guna ulang berbahaya. Wong penelitiannya saja belum ada kok," protes Agustinus lagi.

Klarifikasi serupa juga disampaikan Periset Utama Kampanye Plastik Greenpeace Indonesia Afifah Rahmi Andini.

"Riset yang kami lakukan bersama laboratorium kimia anorganik UI adalah mengenai kandungan mikroplastik dalam galon sekali pakai dan bukan galon guna ulang," tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.