Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perekonomian Mulai Bangkit, PLN Sebut Konsumsi Listrik Naik 4,42 Persen

Minggu, 17 Oktober 2021 12:20 WIB
PT PLN (Persero) mencatat hingga kuartal III-2021, konsumsi listrik tercatat sebesar 187,78 TWh atau naik 4,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
PT PLN (Persero) mencatat hingga kuartal III-2021, konsumsi listrik tercatat sebesar 187,78 TWh atau naik 4,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur hingga menciptakan permintaan melalui berbagai promo dan manfaat kelistrikan bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan seiring rekor tertinggi beban puncak konsumsi listrik pada Oktober ini di wilayah Jawa dan Bali. Kondisi ini bahkan lebih baik daripada beban puncak tertinggi sepanjang 2019 dan 2020 lalu.

Di tengah pandemi, PLN berupaya keras untuk turut andil dalam memulihkan perekonomian, melalui pemanfaatan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi biaya.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menilai, pemulihan ekonomi sudah terasa melihat konsumsi listrik yang kian membaik. Hal ini juga tercermin dari beban puncak pada Kamis, 14 Oktober 2021, yang merupakan tertinggi sejak 2019.

"Ini menandakan bahwa perekonomian sudah kembali pulih. Aktivitas industri dan perekonomian sudah kembali pulih. Diharapkan, kondisi ini terus membaik dan akan mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang positif," ujar Zulkifli.

Berita Terkait : Ekonomi Kembali Bangkit, PLN Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Listrik

Adapun beban puncak malam tertinggi sepanjang 2021 berada pada Kamis 14 Oktober pada pukul 19.00 WIB kemarin.

Beban puncak mencapai 28.093 MW. Angka ini lebih baik dibandingkan sepanjang 2019 yang sebesar 27.973 MW. Sementara beban puncak siang hari sepanjang 2021 tertinggi pada Rabu 13 Oktober 2021.

Beban puncak siang tercatat mencapai 27.740 MW. Capaiannya, lebih baik dibandingkan dengan beban puncak tertinggi sepanjang 2020 sebesar 26.717 MW pada Maret silam.

Sementara beban puncak siang tertinggi sepanjang 2019 tercatat sebesar 27.862 MW.

Zulkifli mengatakan, kondisi ini ditanggapi cepat oleh PLN dengan melakukan pengecekan seluruh operasional pembangkit, transmisi dan distribusi khususnya di wilayah Jawa Madura dan Bali.

Berita Terkait : Industri Smelter Menggeliat, PLN Kebut 4 Proyek Infrastruktur Listrik Di Sulteng

"Kami memastikan pasokan listrik andal untuk menyambut pemulihan ekonomi," ujarnya.

Pemulihan ekonomi juga terasa dari catatan konsumsi listrik yang tumbuh. Hingga September, konsumsi listrik tumbuh 4,42 persen dibandingkan tahun lalu.

"Kondisi ini menunjukan strategi PLN dalam meningkatkan konsumsi listrik di masyarakat berjalan dengan baik," ujar Zulkifli.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan hingga kuartal III 2021 konsumsi listrik tercatat sebesar 187,78 TWh atau naik 4,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Indikasi pemulihan perekonomian di tengah pandemi terlihat dengan pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri yang mencapai 10,63 persen.

Berita Terkait : KPK Jebloskan Eks Bupati Banggai Laut Ke Lapas Sukamiskin

Atau sebesar 58.04 TWh dan memiliki pangsa sebesar 30.91 persen dari total konsumsi listrik.

Hal ini menjadikan sektor industri sebagai urutan kedua tertinggi setelah sektor rumah tangga yang memiliki pangsa sebesar 46 persen dengan konsumsi listrik sebesar 85.43 TWh.

Perekonomian sudah mulai bangkit, dengan adanya vaksin dari Pemerintah tren pandemi mulai menurun dan kami berharap segera terciptanya herd immunity di masyarakat sehingga perekonomian dapat kembali normal,” ujar Bob.
 Selanjutnya