Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 bakal sedikit tertekan dibandingkan kuartal III. Ini akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak Juli lalu.
Meski begitu, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali ekspansif pada kuartal IV-2021.
“Dampak PPKM ke perekonomian hanya sementara. Ekonomi kita akan ekspansi kembali pada kuartal IV-2021. Secara keseluruhan, tahun ini ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 3,7-4,5 persen,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (17/9).
Baca juga : Bioskop Di Jakarta Boleh Buka 50 Persen Kapasitas
Akan tetapi, dia juga mengingatkan proyeksi dari pertumbuhan ekonomi ini juga tergantung dari peranan seluruh masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian Covid-19.
Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan, pemerintah akan terus memperkuat pengendalian pandemi baik dari sisi hulu hingga hilir.
“Dengan pengendalian Covid yang baik, harapannya pemulihan ekonomi bisa sesuai dengan apa yang sudah diproyeksikan pemerintah,” tegas Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu.
Baca juga : Ekspor Industri Hasil Tembakau Tembus Rp 12 T
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang tepat. Kebijakan yang mampu mensinergikan penanganan Covid dan pemulihan ekonomi.
“Penanganan Covid yang baik, dan kebijakan stimulus yang tepat terbukti mampu memperbaiki kondisi ekonomi di awal kuartal III yang sempat berantakan, akibat gelombang kedua Covid varian Delta,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka.
Terkait rencana pemerintah bersiap ubah status pandemi Covid-19 jadi endemi, Trubus menyarankan pentingnya KPC PEN cepat dalam pelaksanaan booster vaksin.
Baca juga : PLN Catat Konsumsi Listrik Naik 4,4 Persen
Penting juga, dalam pemulihan ekonomi menggenjot sektor-sektor usaha, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Sektor jasa, seperti hotel, tempat wisata banyak menyerap tenaga kerja, itu perlu digenjot. Termasuk sektor berbasis digital. Pemerintah jangan hanya fokus ke industri besar saja,” pungkas Trubus. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya