Dark/Light Mode

Jokowi: Kalau Biodiesel Diproduksi Sendiri, Tahun Ini Kita Bisa Hemat Rp 56 Triliun

Kamis, 21 Oktober 2021 14:32 WIB
Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit di Tanah Air, mengingat potensinya yang sangat besar.

Asal tahu saja, saat ini potensi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai 52 juta ton per tahun. Angka yang sangat besar ini, tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Hilirisasi, industrialisasi harus dilakukan. Harus kita paksa untuk dilakukan,” ujar Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10).

Berita Terkait : Joss, Realisasi TKDN PLN Di Proyek Kelistrikan Capai Rp 35,32 Triliun

Presiden menjelaskan, memperkuat industri biodiesel merupakan pilihan yang sangat strategis di masa mendatang, dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional. Serta menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar.

“Kalau kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis. Catatan saya, tahun 2020, kita mampu menghemat devisa Rp 38 triliun. Diperkirakan, tahun ini, kita hemat Rp 56 triliun,” papar Jokowi.

Pembangunan pabrik biodiesel juga diyakini mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan, menjaga stabilisasi harga minyak sawit mentah (CPO), dan membantu meningkatkan kualitas lingkungan melalui kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca.

Berita Terkait : Nggak Terima Dipecat, Viani Limardi Bakal Tuntut PSI Rp 1 Triliun

Jokowi juga mengingatkan pentingnya memegang teguh komitmen, untuk meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan.  

Karena itu, Jokowi mendorong agar produksi biodiesel terus ditingkatkan.

“Tahun 2021, kita ditargetkan mampu memproduksi dan menyalurkan 9,2 juta kiloliter. Saya minta, tahun depan juga bisa meningkat lebih tinggi lagi,” ujar Jokowi.

Berita Terkait : Mulai 24 September, Tarif Antigen Di Kereta Api Cuma Rp 45 Ribu

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengapresiasi PT Jhonlin Group, yang telah membangun pabrik biodiesel dalam rangka industrialisasi CPO ke biodiesel. Sehingga, dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar dan menciptakan produk-produk turunan dari CPO.

"Kita berharap, nantinya ada perusahaan-perusahaan lain yang mulai menghilirisasikan, mengindustrialisasikan CPO-nya. Baik menjadi minyak goreng, kosmetik, barang setengah jadi atau barang jadi lainnya,” tutur Jokowi.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar turut hadir dalam peresmian pabrik biodiesel tersebut. [HES]