Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sudah 3 Tahun, Gibran Nggak Pernah Bawa Dompet Dan ATM
Jumat, 22 Oktober 2021 10:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku, sudah tidak lagi membawa dompet ketika bepergian. Karena, mayoritas transaksi dilakukan dengan pembayaran non tunai alias cashless.
“Kira-kira, sudah hampir 3 tahun terakhir saya nggak pernah lagi bawa dompet sama sekali. Termasuk ATM,” ucapnya dalam dalam acara peluncuran PATRIOT (Program Akselerasi TRansaksI Online pemerinTah) oleh Grab-OVO, secara virtual, Kamis (21/10).
Putra sulung Presiden Jokowi ini beralasan, pembayaran nontunai lebih praktis dibanding tunai. Selain tak perlu repot bawa dompet, cashless juga tak dibikin ribet oleh perkara uang kembalian.
"Sangat mudah sekali, bayar tinggal scan,” katanya.
Baca juga : Gandeng OVO, Gibran Kerek Pendapatan UMKM Solo
Kota Solo kini berkomitmen untuk memperluas cakupan pemanfaatan pembayaran secara nontunai di berbagai sektor, untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah. Salah satunya di pasar tradisional.
“Saat ini, sudah ada 44 pasar tradisional yang kami siapkan untuk onboarding. Termasuk, Pasar Legi dan Purwasari,” rinci Gibran.
Pihaknya juga akan melakukan edukasi terhadap penjual dan juga pembeli agar terbiasa dengan situasi sekarang.
Pandemi memaksa masyarakat sebagai pembeli dan penjual untuk lebih melek digital.
Baca juga : Mahfud: Korban Pinjol Ilegal Nggak Usah Bayar Utangnya
"Mari kita beri dukungan untuk para UMKM di Indonesia,” ajak Gibran.
Upaya Gibran ini seiring dengan langkah Grab dan OVO, yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air, dengan merilis PATRIOT (Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah), program jangkar untuk mendukung Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dicanangkan Presiden Jokowi dan akselerasi transaksi digital ekosistem terintegrasi.
Diluncurkan di kota Surakarta, yang menempati peringkat 7 nasional dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), Grab OVO PATRIOT melingkupi beberapa inisiatif dari kedua perusahaan tersebut.
Tujuannya, memperluas pemanfaatan teknologi untuk transaksi online, baik dari sektor ritel maupun pemerintah.
Baca juga : Setelah 17 Tahun, Jabar Pastikan Emas Di Nomor Tunggal Putra Bulutangkis
Grab OVO PATRIOT mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui tiga elemen besar, yaitu digitalisasi pasar untuk memudahkan pedagang dalam menjalankan usaha, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya