Dewan Pers

Dark/Light Mode

MUI: Lembaga Keuangan Syariah Bisa Berantas Pinjol Ilegal

Sabtu, 23 Oktober 2021 15:11 WIB
Ilustrasi teror pinjol. (Foto: Ist)
Ilustrasi teror pinjol. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam memberdayakan lembaga keuangan syariah untuk memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang sangat meresahkan.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional MUI Setiawan Budi Utomo mengatakan, potensi lembaga keuangan syariah Indonesia amat besar. Dengan lebih dari 200 juta muslim, lembaga keuangan syariah seharusnya bisa lebih berkembang di Indonesia.

"Sekarang, porsi perbankan Syariah baru 6,5 persen dari keseluruhan perbankan nasional," ujar Anggota Komisi Fatwa MUI itu.

Berita Terkait : Wapres Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah Melalui Peran Santri

Hal itu diungkapkan Budi dalam webinar "Ekonomi Syariah dan Literasi Digital di Era Pandemi untuk Mendorong Kebangkitan Ekonomi di Bangka Belitung", yang diselenggarakan MUI dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informatika dan Komunikasi RI.

Dalam kesempatan itu, Setiawan mengatakan, salah satu bentuk lembaga keuangan syariah yang perlu didorong adalah lembaga keuangan syariah mikro. Lembaga jenis ini diharapkan bisa menjangkau sampai ke berbagai lapisan masyarakat.

"Lembaga keuangan mikro bisa menjadi solusi atas masalah pinjol ilegal," tutur Peneliti Eksekutif Anggota Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.

Berita Terkait : LPSK Dukung Pemerintah Berantas Mafia Tanah

Setiawan menyebut, pinjol menjadi salah satu masalah yang meresahkan. Saking meresahkannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai memberi instruksi khusus untuk memberantas pinjol ilegal.

Oleh sebab itu dia menilai, lembaga keuangan syariah tentu tidak hanya untuk memberantas pinjol dan meningkatkan akses masyarakat pada lembaga keuangan. Tapi juga bisa dipakai untuk menyediakan modal dalam usaha bangkit dari pandemi.

Sementara Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal MUI KH Salahuddin Al Ayub mengatakan, umat Islam punya modal amat besar untuk bangkit dari dampak pandemi. Modal itu adalah potensi ziswaf yang bernilai ratusan triliunan rupiah per tahun. "Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya," tuturnya.
 Selanjutnya