Dewan Pers

Dark/Light Mode

UMKM Dilibatkan

Bahlil Siap Kawal Komitmen Investasi Baterai Dan Kendaraan Listrik Foxconn

Minggu, 24 Oktober 2021 12:57 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (tengah) dalam pertemuan dengan Chairman Foxconn Yong Liu dan CEO Gogoro Horace Luke di Taipei, Taiwan, Jumat (22/10). (Foto: Instagram)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (tengah) dalam pertemuan dengan Chairman Foxconn Yong Liu dan CEO Gogoro Horace Luke di Taipei, Taiwan, Jumat (22/10). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Chairman Hon Hai Precision Industry (Foxconn) Young Liu di Taipei, Taiwan, untuk membahas kemungkinan investasi di industri baterai dan kendaraan listrik, Jumat (22/10).

Pertemuan itu juga dihadiri oleh CEO dan pendiri Gogoro Horace Luke, yang saat ini telah bermitra dengan Foxconn.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, kami menanti kerja sama Foxconn di Indonesia. Karena sejalan dengan visi besar dalam melakukan transformasi ekonomi, untuk menciptakan nilai tambah. Pembangunan industri baterai dari hulu ke hilir adalah pendekatan yang tepat," kata Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (23/10).

Industri baterai listrik adalah salah satu wujud arah kebijakan pemerintah Indonesia, dalam membangun ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Berita Terkait : Tawarkan Peluang Investasi, Modernland Luncurkan Jakarta Business District

Indonesia merupakan tempat yang tepat bagi investasi ekosistem baterai listrik, karena memiliki keunggulan sumber daya alam sebagai bahan baku baterai listrik, pembangunan infrastruktur yang semakin merata, dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah. Serta adanya bonus demografi yang berpotensi menjadi tenaga kerja produktif, sekaligus sebagai pasar yang menjanjikan.

 "Pemerintah sangat berkomitmen untuk hal ini. Jadi, kami akan memastikan seluruh perizinan dan insentif, melalui satu pintu, yaitu Kementerian Investasi. Saya yang akan urus dan kawal sendiri," imbuhnya.

Bahlil pun mengingatkan pentingnya kolaborasi bersama BUMN, pengusaha swasta nasional, dan Usaha Mikro Kecil Menengah di dalam seluruh rantai pasok Foxconn dan Gogoro.

"Pemerintah Indonesia menilai, kolaborasi adalah salah satu kunci utama dalam membangun dan mengembangkan industri baterai. Ini perlu dilakukan, agar terjadi pemerataan dalam konteks yang saling menguntungkan," ujar Bahlil.

Berita Terkait : Gibran Apresiasi Peran Kiai Dan Santri Pada Capaian Vaksinasi Solo

Terkait hal tersebut, Chairman Foxconn Young Liu menjelaskan pihaknya berencana membangun industri baterai listrik dan kendaraan listrik, secara menyeluruh di Indonesia.

Kendaraan listrik yang akan dikembangkan adalah roda empat dan roda dua.

"Kami sangat antusias. Indonesia adalah negara dengan potensi yang luar biasa. Saya yakin, akan ada mobil listrik yang dibuat di Indonesia, dengan desain sesuai minat masyarakat Indonesia. Kami akan segera menindaklanjuti pertemuan hari ini, dengan diskusi dan survei teknis," papar Liu.

Liu juga menyatakan komitmennya, untuk melibatkan perusahaan lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam investasi Foxconn. Sesuai model bisnis Build, Operate, Localize (BOL) yang diterapkan oleh Foxconn sekarang.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

"Kami tidak hanya akan merakit, tetapi kami ingin membangun keseluruhan industri untuk Indonesia di Indonesia," kata Liu.
 Selanjutnya