Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
"BNI mencatat kinerja penghimpunan dana murah yang sangat sehat, salah satu faktor pendukung kredit yang solid," ujarnya.
Ia mengatakan komposisi himpunan dana murah atau CASA mencapai 69,7 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir ini. CASA tumbuh 8 persen yoy, menjadi Rp 465,7 triliun. CASA mendominasi DPK yang juga tumbuh 1,4 persen yoy menjadi Rp 668,55 triliun.
Baca juga : Tembus Rp 1,5 T, Laba BTN Naik 35 Persen
Pertumbuhan CASA tersebut berdampak pada penghematan beban bunga sebesar 10 basis point dari kuartal sebelumnya. Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) tumbuh 21,0 persen yoy yang tercapai dengan adanya struktur pendanaan (funding) berbiaya murah yang kuat. Di mana berkontribusi dalam recovery Net Interest Margin (NIM) sebesar 50 basis point yoy.
Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 17,6 persen yoy menjadi Rp 28,70 triliun. Pertumbuhan NII ini merupakan efek pendistribusian kredit BNI yang masih tumbuh 3,7 persen yoy menjadi Rp 570,64 triliun.
Baca juga : Pasarnya Tembus Rp 3 Ribu T, Bisnis Tanaman Hias Digenjot
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Non Bunga yang kuat sebesar 14,2 menjadi Rp 10,21 triliun. Pertumbuhan Pendapatan Non Bunga ini bersumber dari peningkatan kinerja sumber FBI penting perseroan, seperti Pemeliharaan Kartu Debit dan Rekening yang tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp 1,92 triliun.
Kemudian pendapatan layanan ATM dan e-channel yang tumbuh 12,4 persen yoy menjadi Rp 1,14 triliun. Demikian juga FBI dari layanan Trade Finance yang meningkat 19,8 persen yoy menjadi Rp 1,08 triliun. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya