Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perusahaan Patungan RI-Singapura Sepakat Kembangkan 3 Proyek Solar Panel
Selasa, 26 Oktober 2021 15:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan patungan Indonesia dan Singapura sepakat mengembangkan 3 proyek pembangkit listrik tenaga surya.
Sehingga, ekspor perdana dari energi bersih dan terbarukan (EBT) sebesar 100 MW ditargetkan bisa dilakukan pada tahun 2024.
Penandatanganan kerja sama pengembangan proyek tenaga surya tersebut dilakukan PT Trisurya Mitra Bersama dan PLN Batam dengan Sembcorp Industries.
Kemudian Medco Power Energy dengan dua perusahaan Singapura Gallant Venture Ltd dan PacificLight Energie Pte Ltd.
Serta konsorsium Sunseap dan Grup Agung Sedayu.
Kesepakatan pembangunan dan pembelian energi bersih itu dilakukan di tengah kegiatan Singapore International Energy Week, yang dimulai sejak Senin (25/10).
Baca juga : Perusahaan Pengemasan Makanan Asal Taiwan Jajaki Pasar Indonesia
Ketiga penandatanganan terpisah antara perusahaan Indonesia dan Singapura itu disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif serta Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Muda Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, Indonesia serius mengembangkan EBT, sebagai bagian dari komitmen global untuk mencegah terjadinya perubahan iklim.
Dalam hal ini, Indonesia memiliki potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Mulai dari tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan arus bawah laut.
“Indonesia bukan hanya akan bisa memenuhi kebutuhan EBT untuk kepentingan dalam negeri, tetapi juga untuk negara di sekitarnya. Ekspor perdana 100 MW dari Pulau Bulan merupakan tonggak pertama bagi Indonesia, untuk menyediakan EBT,” kata Arifin.
Menteri ESDM sangat berharap, pengembangan EBT bisa ikut mendorong bangkitnya industri dalam negeri untuk menghasilkan panel surya.
Tak kalah penting, pengembangan EBT itu juga membuka lapangan kerja dan keahlian di bidang tersebut.
Baca juga : KPK Buka Kemungkinan Gelar Sidang In Absentia
Saat membuka SIEW, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong menyampaikan, Singapura sudah mencanangkan untuk negara rendah karbon.
Untuk itu, Singapura akan mulai beralih dari penggunaan energi fosil menjadi EBT. Salah satu yang menjadi alternatif adalah energi tenaga surya dan juga tenaga air.
Singapura sudah memulai mengembangkannya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti waduk-waduk serta atap bangunan.
Namun, dengan jumlah lahan yang terbatas, Singapura tidak mungkin memenuhi dari dalam negeri sendiri.
"Untuk itulah, kerja sama dengan negara-negara tetangga dan kawasan penting dilakukan karena Singapura membutuhkan pasokan energi listrik dari energi rendah karbon hingga 4 GW pada 2035. Untuk tahap pertama, kami akan mengimpor listrik dari Pulau Bulan, Indonesia sebesar 100 MW,” ujar Menteri Gan.
Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro menjelaskan, rencana ekspor listrik tenaga surya dari Pulau Bulan sudah dimulai sejak 3 tahun lalu.
Baca juga : Bandara Soetta Tawarkan Hasil PCR Cuma Sejam
Berbagai kajian dilakukan secara panjang, hingga akhirnya mendapatkan komitmen pembelian dari Energy Market Authority, untuk bisa menyuplai kebutuhan energi listrik untuk Singapura.
“Sekarang tugas kami merealisasikannya. Ada 1.000 hektar lahan yang tersedia, sehingga bisa menghasilkan 1 GW. Namun, untuk tahap pertama akan diekspor 100 MW dan harapannya sudah bisa direalisasikan 2024 nanti,” kata Hilmi.
Secara terpisah, Presdir PT Trisurya Mitra Bersama Benjamin Subrata menjelaskan, pihaknya bersama Sembcorp bukan tak sepakat untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya di kawasan Batam. Tetapi juga di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Untuk di Batam, rencananya kami akan memulai dengan 350 MW di mana 50 MW akan dipergunakan untuk Batam dan sisanya diekspor ke Singapura. Namun, proyek yang lebih besar akan kami lakukan di Sumba dan dikembangkan di lahan seluas 6.000 hektar,” jelas Ben Subrata. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya