Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Tahun Depan Didukung Banyak Negara
Minggu, 31 Oktober 2021 15:48 WIB
Sebelumnya
Kedua, dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dibahas tentang kerja sama di bidang alat utama sistem senjata (alutsista) yang produksi bersama kedua negara. Termasuk mengenai keterlibatan, ketersediaan, maupun konten lokal.
Prancis juga mendukung Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022.
“Dalam posisi Presiden Prancis yang saat ini juga menjabat sebagai Presiden Uni Eropa (UE), tentu Pak Presiden juga minta adanya akselerasi pembahasan dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA), yang kita harapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa dan sebaliknya. Sehingga, kue Indonesia di Eropa bisa meningkat," terang Airlangga.
Baca juga : Jokowi Dapat Wanginya
"Dengan Presidensi Indonesia G20, kita diharapkan memiliki.daya tawar yang tinggi. Sehingga ada manfaat untuk menyelesaikan itu,” sambungnya.
Ketiga, dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga membahas soal kerja sama Indonesia-Turki CEPA. Khususnya, tentang minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia.
Airlangga mengatakan pasar CPO Indonesia yang awalnya besar di Turki, namun sekarang turun nilainya. Akibat ada negara tetangga Indonesia yang juga mempunyai CEPA.
Baca juga : Semen Indonesia Dukung Munas IAI
“Jadi, kita perlu mengakselerasi ini. Bapak Presiden menugaskan Menteri Perdagangan menangani CEPA (dengan Turki) tersebut,” katanya.
Mengenai UMKM, Airlangga mengungkap hal ini menjadi prioritas Indonesia. Seperti disampaikan Jokowi dalam side event KTT G20, yang membahas soal UMKM dan bisnis milik perempuan.
“Beberapa program inklusif yang sudah dilakukan, baik dalam bentuk Program Mekaar, UMi, KUR, serta onboarding UMKM ke sektor digital yang melibatkan 65 juta UMKM, dan sebagian besar (pengusahanya) adalah perempuan," urai Airlangga.
Baca juga : Timnas Putri Indonesia Masuk Grup Maut Di Final Piala Asia 2022
Ratu Belanda Queen Maxima mengambil contoh kegiatan inklusif yang ada di Indonesia adalah digitalisasi ojek online.
Sementara PM Italia Mario Draghi, mengapresiasi berbagai program yang disampaikan Presiden. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya