Dark/Light Mode

Testimoni Eks Jubir Presiden

Istana Terlalu Banyak Mulutnya

Rabu, 27 Oktober 2021 08:50 WIB
Mantan juru bicara (jubir) Presiden Jokowi, Johan Budi. (Foto: Dok. DPR)
Mantan juru bicara (jubir) Presiden Jokowi, Johan Budi. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perlukah Presiden Jokowi angkat lagi Jubir setelah Fadjroel Rachman jadi dubes? Johan Budi yang pernah jadi Jubir Jokowi, punya catatan penting saat ditanya soal itu. Kata dia, kalau nanti Jokowi angkat lagi Jubir, maka harus dipastikan si Jubir ini yang mewakili corong Istana. Soalnya, saat ini terlalu banyak "mulut" yang mengklaim mewakili Istana.

Testimoni itu disampaikan Johan, kemarin. Memang, saat ini, publik sudah mafhum, selain Jubir Presiden, di Istana itu ada Sekretariat Negara (Setneg), Sekretaris Kabinet (Seskab), dan Kantor Staf Presiden (KSP), yang sering memberikan pernyataan ke publik.

Baca juga : PPP: Siapapun Jubir Presiden, Yang Penting Gampang Dihubungi

"Mereka semua ngomong, kalau ngomong, selalu mewakili Pak Jokowi," ujar Johan yang sekarang jadi Anggota Komisi II DPR dari PDIP ini.

Johan berharap, jika Jokowi mengangkat jubir baru, maka ke depan, orang itulah yang boleh ngomong mewakili Presiden. Tak boleh ada pihak lain.

Baca juga : Azis Syamsuddin: Karena Terlalu Baik, Saya Apes…

"Kalau memang khusus untuk Pak Jokowi, ya harus ada Jubir. Tapi, ketika ada Jubir, itu harus semua dia yang ngomong. Nggak boleh orang lain mewakili," saran eks Jubir KPK yang juga pernah diangkat jadi Komisioner KPK ini.

Soal nama, Johan Budi enggan memberikan usulan. Termasuk memilih beberapa nama yang beredar. Dia beralasan, yang paling tahu siapa yang cocok jadi Jubir Presiden adalah Jokowi sendiri.

Baca juga : Keok, Mou Justru Banggakan Pasukannya

Hal lain yang ikut digarisbawahi Johan, Jubir harus tahu persis Jokowi dan tidak boleh bawa-bawa kepentingan pribadi setiap bersuara ke publik. "Jubir itu harus bener-bener tahu yang dimauin Pak Jokowi itu seperti apa," tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.